Jumat, 3 Zulqaidah 1435 / 29 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register
Minggu, 04 Agustus 2013, 09:25 WIB

Mudik Sambil Menikmati Pemandangan Puncak

Republika/Musiron
Kawasan Puncak, Bogor.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Sejumlah pemudik sepeda motor yang melintasi jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memanfaatkan jalur Puncak sebagai tempat istirahat sambil menikmati pemandangan alam.

Pantauan Antara pada Minggu pagi, puluhan pemudik terlihat beristirahat di sepanjang jalan Jalur Puncak mulai dari Botol Kecap, Attawaun hingga ke Rindu Alam.

Pemandangan alam indah berupa hamparan kebun teh, puncak gunung dan wajah kota terlihat indah dengan sinar mentari pagi dari atas Puncak telah menarik hati pemudik untuk beristirahat menghilangkan penat.

Para pemudik sepeda motor ini sengaja memanfaatkan lokasi-lokasi wisata alam Puncak sebagai tempat untuk beristirahat sejenak. Bahkan, beberapa memanfaatkan momen tersebut untuk mengabadikan foto mereka dengan latar belakang pemandangan alam Puncak.

Reni (32), pemudik asal Jakarta, rencananya akan pulang ke kampung halamannya di Cianjur bersama suami dan seorang anaknya yang masih balita. Sudah dua tahun berturut-turut ia mudik bersama suami dan anaknya dengan sepeda motor.

"Enaknya mudik lewat jalur Puncak ini pemandangannya bagus, udaranya juga segar," kata Reni saat ditemui tengah beristirahat di pinggir jalan dekat Tugu Botol Kecap.

Sejumlah pemudik lainnya juga menyempatkan diri untuk beristirahat sambil menikmati pemandangan alam. Banyaknya pemudik yang beristirahat di Puncak membuat untung sejumlah petugas parkir di wilayah tersebut.

Asep (40), seorang juru parkir di Riung Gunung, mengatakan ramainya pemudik sepeda motor yang beristirahat di tempatnya membuat dia mampu mengumpulkan uang Rp 100.000 dalam tempo satu sampai dua jam. Untuk satu kali parkir, pengendara dikenakan Rp 2.000 per motor.

"Ya lumayanlah, bulan penuh berkah," katanya.

Redaktur : Didi Purwadi
Sumber : Antara
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda
Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur(HR. Thabrani)