Rabu, 8 Zulqaidah 1435 / 03 September 2014
find us on : 
  Login |  Register
Jumat, 17 Agustus 2012, 19:57 WIB

Malam Ini Bandung-Nagrek Bisa 5 Jam

Republika/Rahmat Santosa Basarah
Jalan lingkar Nagrek arah Garut-Tasik menuju Bandung.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--Kemacetan saat ini kian parah dimulai dari cileunyi sampai dengan jalur Nagrek, setidaknya untuk menempuh tujuan Bandung-Nagrek dapat dilalui oleh pengendara mencapai kurang lebih empat jam perjalanan.

"Untuk waktu normal, biasanya tujuan Bandung Nagrek mampu ditempuh selama 1 jam. Namun mengingat kondisi puncak mudik lebaran ini dapat ditempuh kurang lebih selama 4 jam," kata salah seorang petugas Dishub Kabupaten Kota Bandung Ruddy saat ditemui wartawan di Nagrek Kabupaten Kota Bandung, Jumat (17/8).

Ruddy mengatakan saat ini masih belum begitu parah karena pada nanti sore diprediksikan akan lebih padat lagi. "Setidaknya sore ini tujuan Bandung-Nagrek bisa mencapai 5- 6 Jam," ujarnya.

Sementara itu berdasarkan pantauan Republika, Dinas Perhubungan Kabupaten Kota Bandung tak bosan-bosanya menghimbau para pengguna pengendara motor untuk menggunakan jalur kiri agar memberi jalan pengguna mobil. Tidak hanya itu, Dishub juga turut terjun kejalan untuk menertibkan pengguna jalan mengingat kemacetan yang terjadi yang terjadi kian parah.

Menurut Kepala Shift Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung Ruddy Haryadi mengungkapkan bahwa penyebab kemacetan di Jalur Nagreg ini terjadi akibat adanya kendaraan buangan Dari Tol Cikopo.

"Mulai dari kemarin arus kendaraan dari Tol Cikopo yang seharusnya ke Jawa Tengah, dibuang ke Jalur Nagreg. Dengan kejadian tersebut membuat kepadatan arus mulai meningkat sejak pagi tadi," kata Ruddy.

Ruddy mengatakan selain itu arus dari Tol Cikopo diprediksi semakin makin meningkat pukul 15.00 WIB hingga malam. Maka dari itu tidak heran jika banyak bus yang seharusnya melintas Tol Cipularang, justru hari ini melintas di Jalur Nagreg.

Reporter : Rachmita Virdani
Redaktur : Hafidz Muftisany
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda
Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya(HR. Muslim, no. 2588)