Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register
  • Ribuan pengendara sepeda motor memenuhi ruas jalan alternatif menuju Cirebon di Cilamaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Jumat (17/8). (Aditya Pradana Putra/Republika)

  • Ribuan pengendara sepeda motor memenuhi ruas jalan alternatif menuju Cirebon di Cilamaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Jumat (17/8). (Aditya Pradana Putra/Republika)

  • Pemudik sepeda motor dengan muatan barang yang melebihi batas melintas di jalur alternatif Cilamaya-Cikalong, Karawang, Jawa Barat, Jumat (17/8). (Aditya Pradana Putra/Republika)

  • Satu keluarga pemudik beristirahat memanfaatkan alas seadanya untuk tidur sejenak saat berhenti di salah satu \"rest area\" di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (17/8). (Aditya Pradana Putra/Republika)

  • Bendera merah putih terlihat sebagai latar depan pemudik bersepeda motor yang melintasi jalur alternatif Cilamaya-Cikalong, Karawang, Jawa Barat, Jumat (17/8).(Aditya Pradana Putra/Republika)

  • Bendera merah putih terlihat sebagai latar depan pemudik bersepeda motor yang melintasi jalur alternatif Cilamaya-Cikalong, Karawang, Jawa Barat, Jumat (17/8).(Aditya Pradana Putra/Republika)

In Picture: Jalur Cilamaya-Cikalong Dipadati Ribuan Pemudik Bersepeda Motor

Jumat, 17 Agustus 2012, 15:26 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,Ribuan pengendara sepeda motor memenuhi ruas jalan alternatif menuju Cirebon di kawasan Cilamaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Jumat (17/8).

Jalur Cilamaya-Cikalong merupakan jalan alternatif yang banyak dilintasi oleh para pemudik dengan kendaraan sepeda motor. Para pemudik lebih memilih untuk melintasi jalur penghubung Karawang-Subang yang terhubung ke jalur Pantura ini untuk menghindari kemacetan di jalur utama Pantura.

Redaktur : Mohamad Amin Madani
1.535 reads
FOTO SEBELUMNYA
FOTO TERPOPULER
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda