Selasa, 7 Zulqaidah 1435 / 02 September 2014
find us on : 
  Login |  Register
Senin, 30 Juli 2012, 17:22 WIB

Ini Dia 32 Titik Rawan Kejahatan di Lampung

Republika/Aditya Pradana Putra
Antrean panjang kendaraan bermotor di Jalan Raya Cipacing, Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jabar, Ahad (4/9). Arus balik kendaraan para pemudik mencapai puncaknya pada Ahad.

REPUBLIKA.CO.ID,BANDARLAMPUNG--Kepolisian Daerah Lampung menyebutkan di wilayah hukumnya terdapat 32 titik rawan kriminalitas yang akan dilalui arus mudik Lebaran 2012.

Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih, di Bandarlampung, Senin, mengatakan bahwa hampir di semua kabupaten dan kota di Lampung masuk dalam identifikasi titik rawan kriminalitas.

"Adapun titik-titik yang dikategorikan rawan kriminalitas itu di antaranya Waykanan terdapat di Kilometer 169--170 Banjarmasin, Lampung Barat Desa Sumberjaya perbatasan dengan Lampung Utara dengan Desa Bengkunat Blimbing TNBBS," kata Sulistyaningsih.

Berikutnya, Lampung Selatan terdapat di Radin Intan, Pasar Tumpah Natar desa Tataan, wisata Kalianda Resort, Tabek Indah, Pantai Mutun, Pulau Pasir pelabuhan, dan Terminal Bakauheni.

Kabupaten Tulangbawang atau Jalan lintas Timur Kilometer 113-119 Kampung Tua Bujung Tenun, jalan Lintas KM 282-286 Bawang Latak dan KM 108--109.

"Titik rawan di Lampung Utara KM 125 Desa Beringin, Kecamatan Abung Timur," ujarnya.
Kemudian, titik rawan kriminalitas di Bandarlampung terdapat di Terminal Rajabasa, Panjang, Kemiling dan Sukaraja.

"Kami berharap masyarakat yang akan mudik melintasi Lampung untuk dapat berhati-hati saat melintasi titik itu, polisi hanya bertugas untuk mengarahkan saja, keselamatan sepenuhnya ada pada diri kita sendiri," katanya.

Sementara itu, terdapat 16 titik rawan kecelakaan yang berada di empat kabupaten yang nantinya akan dilintasi arus mudik. Sulistyaningsih mengatakan polisi akan menitikberatkan pada jalur mudik ruas Bakauheni-Bandar Lampung yang selalu padat arus mudik. Di ruas itu titik rawan kecelakaan lalu lintas berada di KM 16--17, KM 24--25, KM 52--53, dan KM 81--82.

"Nantinya akan dibangun pos pelayanan di setiap titik rawan itu. Pemudik harus berhati-hati karena setiap tahun tingkat kecelakaan di daerah itu cukup tinggi," katanya.

Jalur mudik di Provinsi Lampung memiliki panjang 930,85 kilometer. Jalur itu membentang dari Pelabuhan Bakauheni di Lampung Selatan dan berujung di perbatasan Sumatera Selatan serta Bengkulu.

"Tidak hanya rawan kecelakaan, ada sejumlah titik rawan kriminalitas, seperti pemalakan dan pelemparan batu di Simpang Gayam, Lampung Selatan. Itu akan kami waspadai," katanya.

Redaktur : Taufik Rachman
Sumber : antara
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda
Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api(HR. Tirmidzi)