Sabtu, 4 Zulqaidah 1435 / 30 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register
Jumat, 26 Agustus 2011, 20:26 WIB

Cikampek-Cipularang Padat, Jagorawi Lengang

Antara/M Ali Khumaini
Sejumlah kendaraan yang keluar gerbang Tol Cikampek, Cikopo, Purwakarta, Jabar terjebak macet akibat padatnya kendaraan yang menuju jalur Pantura pada H-6 lebaran, Rabu (24/8). Kini diberlakukan satu arah.

REPUBLIKA.CO.ID,BOGOR—Jalur tol Jagorawi menjadi alternatif ideal bagi pemudik yang ingin menghindari kepadatan di jalur Cikampek-Cipularang. Hingga, Jumat (26/8) malam, tol sepanjang sekitar 50 kilometer itu tampak lengang tanpa sedikitpun penumpukan kendaraan. Pun halnya jalur Ciawi-Puncak yang masih relatif lancar dari antrean kendaraan.

Walhasil pemudik tujuan Barat Pulau Jawa pun dapat mengambil jalur ini menyusul makin padatnya Cikampek-Cipularang di hari jelang Idul Fitri. Dari pengamatahn Republika sendiri, kendaraan yang melintas di Jagorawi didominasi mobil pribadi yang berpenumpang minim. Umumnya mereka adalah pekerja Jakarta yang sehari-hari melintasi jalur ini menuju kediamannya di Bogor.

Selain itu, tidak tampak kendaraan yang membawa muatan barang berlebih, layaknya pemudik.  Para pengendara pun bisa melintasi jalur ini dengan kecepatan rata-rata 100 kilometer per jam.

Petugas Patroli arus mudik tol Jagorawi, AKP Banda Susanto mengatakan bahwa Jagorawi hingga saat ini belum terjamah oleh mayoritas pemudik. Hal ini karena Jagorawai tidak termasuk jalur mudik utama. “Mungkin nanti kalau Cikampek padat, pemudik bisa larinya kesini,”

Kepolisian sendiri memprediksi puncak kepadatan arus Jagorawi akan terjadi pada H+2. Pada dua hari setelah idul fitri itu, jalur Jagorawi akan didominasi oleh masyarakat yang ingin berwisata ke Puncak. “jadi padatnya lebih karena liburan,”

Jalur tol Jagorawi  kini telah dapat dilalui pengendara tanpa hambatan. Pelebaran jalan di kawasan Sentul dan Cikeas kini telah rampung. Pun halnya gerbang tol Cimanggis yang kini bisa dimanfaatkan pengendara.

Reporter : abdullah sammy
Redaktur : taufik rachman
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda
Wahai para pedagang, sesungguhnya setan dan dosa keduanya hadir dalam jual-beli. Maka hiasilah jual-beli kalian dengan sedekah(HR. Tirmidzi)