Jumat, 28 Ramadhan 1435 / 25 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register
Rabu, 24 Agustus 2011, 21:22 WIB

Antrean di Pelabuhan Gilimanuk Terjadi Malam Hingga Pagi

Portal Tiga
Suasana di Pelabuhan Gilimanuk saat mudik

REPUBLIKA.CO.ID, NEGARA - Antrean kendaraan pemudik mulai terjadi di pelabuhan penyeberangan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, menuju Ketapang, Banyuwangi, pada malam hari hingga pagi hari.

Manajer Operasional ASDP Gilimanuk Ospar Silaban, Rabu mengatakan, pemudik memilih untuk berangkat pada malam atau pagi hari. Saat siang hingga sore hari arus kendaraan di pelabuhan itu relatif lancar. "Saat ini sudah mulai terjadi lonjakan mobil dan sepeda motor yang masuk ke pelabuhan sekitar 50 persen dibanding hari biasa," katanya.

Pada Selasa (23/8) hingga Rabu pagi, antrean didominasi oleh mobil pribadi, travel, bus hingga truk. Mobil pemudik mulai ramai memasuki Pelabuhan Gilimanuk sekitar pukul 21.00 Wita dan pada pukul 24.00 Wita antrean sudah mencapai 2,5 kilometer.

Rian, salah seorang pemudik yang menggunakan mobil, tidak menyangka antrean sepanjang itu sudah mulai terjadi di Gilimanuk. "Saya kira belum ada antrean sepanjang ini, ternyata macet juga," kata laki-laki yang hendak mudik ke Bandung, Jawa Barat, ini.

Menjelang subuh, antrean panjang mobil ini mulai surut dan akhirnya bisa terangkut semua ke Jawa. Namun tidak berapa lama berselang, gantian rombongan pemudik yang mengendarai sepeda motor berdatangan dari arah Denpasar.

Semakin pagi, ratusan sepeda motor terus berdatangan sehingga menimbulkan antrean saat hendak membeli tiket. Namun antrean sepeda motor ini tidak sepanjang mobil, hanya sampai tenda di depan Terminal Gilimanuk atau hanya sekitar 100 meter dari loket.

Wika, salah seorang pemudik mengatakan, antrean sepeda motor ini tidak sepanjang saat dirinya pulang tahun lalu pada H-3. "Dulu sampai setengah hari saya harus antre hanya untuk beli tiket, sekarang lebih cepat," kata Wika yang hendak pulang ke Probolinggo, Jawa Timur, ini.

Redaktur : Johar Arif
Sumber : Antara
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda
Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur(HR. Thabrani)