Jumat, 6 Safar 1436 / 28 November 2014
find us on : 
  Login |  Register
Selasa, 23 Agustus 2011, 12:12 WIB

Belum ada Lonjakan di Bandara Soekarno Hatta

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Jumlah pemudik via Bandara Soekarno-Hatta diprediksikan akan mengalami puncak mudik pada hari Sabtu (27/8). Hingga hari Selasa (23/8) belum terjadi lonjakan penumpang yang signifikan.

"Jumlah penumpang pada kondisi normal bisa mencapai 110-120 ribu. Namun hingga hari ini jumlah penumpang baru sekitar 127 ribu," ungkap staf Terminal Operation Service Bandara Soekarno Hatta, Anggiat Manulang kepada Republika, Selasa (23/8). Jumlah penumpang pada hari Selasa (H-7) mengalami kenaikan sebanyak 12 persen jika dibandingkan dengan jumlah penumpang pada H-7 tahun 2010.

Sedangkan pada puncak arus mudik yang diprediksikan jatuh pada hari Selasa (28/8), jumlah pemudik mencapai 158.297. Jumlah tersebut lebih banyak 26 persen dibanding dengan jumlah pemudik tahun lalu. "Untuk jumlah penerbangan pada puncak mudik, frekuensi penerbangan bisa naik hingga 20 persen," tambah Anggiat.

Pada kondisi normal, frekuensi penerbangan domestik sebanyak 1020 kali penerbangan. Sedangkan pada puncak arus mudik, frekuensi penerbangan bisa mencapai 1224 kali penerbangan. "Kenaikan tersebut bukan untuk meningkatkan target, namun kami hanya sekedar memberikan fasilitas terhadap permintaan yang sedang naik," terangnya.

Suasana di Bandara Soekarno Hatta hingga hari Selasa (23/8) juga belum terlihat mengalami perubahan drastis dibandingkan hari biasa. Di terminal keberangkatan domestik 1B, penumpang sudah terlihat lebih banyak, namun masih belum padat. Sedangkan di terminal kedatangan, volume penumpang juga masih terlihat normal.

Salah seorang penumpang tujuan Pangkal Pinang, Lena (43 tahun) mengaku lebih memilih mudik di H-7 karena jumlah penumpang belum begitu padat. Ibu tiga orang anak tersebut juga baru sekali mudik menggunakan pesawat, biasanya mereka pulang ke Pangkal Pinang naik kapal laut. "Ini mumpung dapat tiket murah, cuma 315 ribu, jadi saya milih naik pesawat saja," ungkapnya.

Lena juga mengaku senang sekarang sudah banyak kemudahan. Dulu, ia harus menghabiskan waktu selama satu hari satu malam di kapal laut, terlebih ketiga anaknya masih kecil-kecil sehingga sangat repot. Sekarang, ia cukup menghabiskan waktu 45 menit perjalanan saja. "Tadinya saya mau naik kapal, tapi pas tanya harga tiketnya, ternyata sudah 300 ribu, hanya selisih 15 ribu saja dari tiket pesawat. Jadi ya akhirnya saya dan anak-anak naik pesawat," ungkap Lena yang sehari-harinya tinggal di Bekasi.

Reporter : C09
Redaktur : taufik rachman
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda
Wahai para pedagang, sesungguhnya setan dan dosa keduanya hadir dalam jual-beli. Maka hiasilah jual-beli kalian dengan sedekah(HR. Tirmidzi)