Jumat, 25 Jumadil Akhir 1435 / 25 April 2014
find us on : 
  Login |  Register
Home > >

Jalur Lintas Sumatra Tersendat

Minggu, 05 September 2010, 02:31 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG--Arus mudik di jalan lintas Sumatra wilayah Bandarlampung tersendat di sejumlah titik. Ini akibat jalan yang masih rusak serta meningkatnya volume kendaraan yang melintasinya.

Di jalan lintas Sumatra wilayah Bandar Lampung, Sabtu (4/9), kemacetan panjang selalu terjadi di perempatan mulai dari kawasan Panjang hingga Terminal Rajabasa Bandarlampung. Kemacetan panjang terjadi di perempatan Kalibalok, perempatan Sukarame hingga depan RS Imanuel, perempatan Way Halim dan Tanjung Senang sampai kawasan Terminal Rajabasa.

Kondisi jalan yang berlubang-lubang di banyak titik mengakibatkan kendaraan harus berjalan lambat saat melintasinya. Sebagian kendaraan bahkan harus mengambil badan jalan berlawanan arah untuk menghindari jalan rusak, seperti di depan RS Imanuel. Hingga H-6 atau enam hari sebelum Lebaran, masih banyak terdapat jalan berlubang-lubang di jalan lintas Sumatra.

Sebagian kecil jalan berlubang itu memang telah diaspal sekadarnya dan sebagian lainnya hanya ditimbun dengan kerakal. Ketika truk melintasinya, batu kerikil itu bertebaran di badan jalan sehingga membahayakan pengguna jalan lainnya .

Kemacetan arus mudik itu juga disebabkan truk barang masih bebas melewati jalan lintas Sumatra hingga H-6. Kendaraan yang melintasi jalan lintas itu masih didominasi truk barang.

Tahun lalu, truk pengangkut nonsembako dilarang melewati jalan lintas Sumtra mulai H-7 hingga H+7 untuk memperlancar arus mudik. Jalan berlubang-lubag juga sudah ditambal jauh hari sebelum arus mudik Lebaran berlangsung.

Berdasarkan data dari PT Indonesia Ferry, pada H-7 Lebaran 2010 jumlah kendaraan yang berangkat dari pelabuhan tersebut mencapai 4.136 unit terdiri atas kendaraan roda empat 2.013 unit, roda dua 517 unit. Sedangkan truk berbagai jenis hanya sebanyak 1.666 unit.

Sementara itu, Dinas Bina Marga Provinsi Lampung menyatakan kerusakan jalan nasional yang berada di daerah tersebut mencapai 55 persen atau sepanjang 636,5 km. Kerusakan jalan itu termasuk mulai dari kawasan Panjang-Kalibalok-Sukarame-Way Halim hingga kawasan Tanjung Senang Bandar Lampung.

Reporter : Arif S/Ant
Redaktur : Arif Supriyono
"Tidak masuk surga orang yang ada dalam hatinya seberat biji sawi dari kesombongan"((HR Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  wisanggeni Minggu, 5 September 2010, 00:54
55 persen kerusakan jalan dilampung, Astoughfirulloh....Insaf pak, bu,...