Saturday, 1 Muharram 1436 / 25 October 2014
find us on : 
  Login |  Register
Home > >

Menhub: 40 Titik Jalur Mudik Dipantau CCTV

Friday, 03 September 2010, 04:42 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Menteri Pehubungan Freddy Numberi mengatakan, Kementerian Perhubungan sudah menyiagakan 40 closed circiut television (CCTV) di titik-titik jalur mudik Lebaran 1431 H. Dia mengatakan, pihaknya bisa memantau arus mudik dan arus balik secara real time. Freddy menyatakan semua armada transportasi telah siap.

"Memang ada beberapa titik yang kita antisipasi terus. Hampir 40 CCTV monitor langsung kegiatan-kegiatan, sekarang ini di Lantai 7 kita Kementerian Perhubungan sudah bisa online terus lihat real time," kata Freddy sebelum mengikuti Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Kamis (2/9).

"Mudah-mudahan dalam perjalanan waktu tidak ada masalah," kata dia. Kementerian Perhubungan tidak hanya memantau titik-titik jalur mudik saja, melainkan juga tempat-tempat seperti stasiun dan pelabuhan.

Freddy menambahkan, pihaknya juga sudah memeriksa kelaikan kapal. "Sudah dicek ada beberapa kapal karena tidak layak kita kurangi ada tujuh itu pun saya minta H-7 truk ga boleh masuk jalut mudik," katanya. Dia menyatakan, seharusnya tidak ada kenaikan tiket armada transportasi hingga tiga kali lipat.

Bagaimana kesiapan armada pesawat terbang? "Pesawat sudah kita siapkan dengan jumlah yang dibanding lalu, meningkatlah. Jadi prinsipnya kita siaplah. Kita meningkat sekitar hampir 6 persen dalam persiapan, penumpang kan jg meningkat hampir 15 juta lebih yang kita antisipasi," kata Freddy menegaskan.

Reporter : ikh
Redaktur : Krisman Purwoko
Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafaat dan tebusan daripadanya, dan tidaklah mereka akan ditolong. (QS.Al-Baqarah [2]:48)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ini Tugas Kopassus di Era Presiden Baru
JAKARTA -- Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus telah memiliki pemimpin baru yaitu Mayjen TNI Doni Monardo. Bertepatan dengan penggantian presiden baru, ada beberapa hal...