Kamis, 24 Jumadil Akhir 1435 / 24 April 2014
find us on : 
  Login |  Register
Home > >

KA Gajayana Jurusan Malang-Jakarta Sisakan 100 Tiket Per Hari

Kamis, 12 Agustus 2010, 20:38 WIB
Komentar : 0

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG--Kereta Api eksekutif Gajayana jurusan Malang-Jakarta masih menyisakan sekitar 100 tiket per hari. Warga Malang dan sekitarnya yang ingin bepergian ke Jakarta tetap bisa dilayani.

Wakil Kepala Stasiun Kota Malang Irfan Karsidi, Kamis (12/11), mengatakan, serbuan warga Malang yang ingin ke Jakarta menjelang Lebaran tidak seperti warga Jakarta yang ke Malang.

"Untuk tiket KA Gajayana Malang-Jakarta masih menyisakan sekitar 100 kursi setiap harinya. Sebab, tiket yang dipesan hingga Lebaran nanti sekitar 300 kursi (seat) dari 400 kursi yang tersedia," kata Irfan.

Berbeda dengan tiket tujuan Jakarta-Malang yang sudah ludes beberapa hari lalu untuk pemberangkatan mulai H-7 Lebaran. Tingginya penjualan tiket KA Gajayana Jakarta-Malang mulai terjadi 6 Agustus lalu.

Irfan mengakui, penjualan tiket dengan sistem online dan bisa didapat melalui berbagai fasilitas itu tidak hanya dibeli oleh warga Malang, namun juga dari berbagai daerah yang memiliki tujuan sama, Malang-Jakarta atau Jakarta-Malang.

Lebih Lanjut Irfan mengatakan, meski tiket Malang-Jakarta masih bisa dilayani, warga yang ingin bepergian ke Jakarta juga harus tetap waspada dan akan lebih baik jika memesan tiket lebih awal.

Apalagi, lanjut Irfan, kalau berangkatnya usai Lebaran pasti akan kesulitan, sebab H + 1 Lebaran sudah mulai terjadi arus balik. "Pengalaman tahun-tahun sebelumnya arus balik akan memuncak pada H + 7," ujarnya.

Menyinggung pengaruh terhadap KA dengan semakin banyaknya jadwal penerbangan dari Bandara Abdurahman Saleh ke Jakarta, Irfan mengatakan, tidak terlalu signifikan, bahkan bisa dikatakan tidak ada pengaruhnya, sebab KA juga punya pangsa pasar sendiri.

“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah itu sesudah meneguhkannya….”(QS An-Nahl: 91)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
MUI Harapkan PPP Islah
JAKARTA -- Internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) alami perselisihan. Akan hal tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta PPP untuk segera melakukan Islah. "Pada forum...