Tuesday, 24 Rabiul Awwal 1439 / 12 December 2017
find us on : 
  Login |  Register
Rabu , 14 June 2017, 23:43 WIB

Pengalaman Ramadhan di Atas Kapal Pesiar, Seperti Apa?

Rep: FUJI EKA/ Red: Agung Sasongko
Yasin Habibi/Republika
Kapal pesiar
Kapal pesiar

REPUBLIKA.CO.ID, SOUTHAMPTON -- Tidak mudah, demikian dikatakan salah seorang kru kapal pesiar, Achmad Syafii saat bercerita pengalamannya kepada Republika.co.id, Selasa Kemarin.

Menurut Syafii, sebagian penumpang kapal pesiar menghormati Muslim yang sedang berpuasa. "Entah respect mereka ke kita itu karena harus respect oleh peraturan atau memang mereka benar-benar respect," kata Syafi'i.

Diungkapnya, segala aktivitas di atas Kapal Pesiar tetap seperti hari-hari biasa meski sedang Ramadhan. Saudara-saudara Muslim yang bekerja di atas kapal membuat kegiatan agar tetap semangat menjalani puasa Ramadhan.

Banyak saudara Muslim yang berasal dari berbagai negara ikut berpartisipasi. "Agar bulan Ramadhan ini terasa lebih bermakna, kita sering mengadakan buka bareng atau sahur bareng. Alhmdulillah tak sedikit saudara-saudara Muslim dari negara lain juga bergabung dengan kita buka puasa bersama," ujarnya.

Syafi'i bercerita, puasa memang tetap bisa dijalani, tapi saat berbuka puasa kerap mengalami kesulitan. Sebab, Crew Mess Room tutup jam 21.00 waktu setempat. Sementara, di Eropa waktu buka puasa di atas jam 21.00 sehingga mengalami kendala.

Bahkan, saat Kapal Pesiar berlayar dan berlabuh di perairan Norwegia, jam 23.00 pun matahari masih bersinar. "Tapi, jam 23.00 sampai jam 24.00 Crew Mess Room dibuka lagi, nah waktu itulah yang kita gunakan untuk buka puasa di Crew Mess Room," ujarnya.

Ia mengatakan, waktu sahur tidak begitu lama setelah waktu buka puasa, biasanya sahur jam 02.00 karena Crew Mess Room buka lagi jam 01.00 sampai jam 02.00 dini hari. Sementara, untuk melaksanakan Sholat Tarawih dan tadarus tergantung dari pribadi masing-masing.

Apakah bisa menyempatkan waktu atau tidak, kalau bisa menyempatkan waktu tetap harus izin kepada HRD dan Staff Captain. Kalau mereka setuju dan mengijinkan melakukan tarawih dan tadarus bersama, baru acara digelar.

"Tapi crew kapal dari Indonesia kebanyakan melaksanakan tarawih dan tadarus di dalam kabin mereka sendiri-sendiri," ujarnya.

Ia mengungkapkan, memang ada kalanya susah, ada kalanya gampang melaksanakan ibadah puasa Ramadhan di atas Kapal Pesiar. Tapi, di balik itu semua ada banyak hal yang berkesan. Salah satunya saat melaksanakan buka puasa dan sahur bersama saudara-saudara seiman.

"Hikmah yang bisa kita petik saat Ramadhan di Kapal Pesiar banyak, hikmah kebersamaan, solidaritas sesama warga Indonesia dan yang paling penting kemandirian dan kesabaran," jelasnya.

Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya(HR. Muslim, no. 2588)