
REPUBLIKA.CO.ID,Pejabat Arab Saudi mengatakan jumlah visa yang diterbitkan untuk jamaah asing pada bulan Ramadhan meningkat sebesar 16 persen. Kementerian urusan Haji Arab Saudi mengatakan pihaknya tadinya merencanakan untuk mengeluarkan 792 ribu visa selama bulan puasa.
Tetapi jumlah ini telah meningkat menjadi 911 ribu karena permintaan yang tinggi dari luar negeri dan persediaan kamar lebih banyak di hotel-hotel di kota-kota suci seperti Mekah dan Medina. Ribuan warga Muslim dari seluruh dunia melakukan ziarah ke kota-kota suci Arab Saudi selama Ramadhan.
Bulan Ramadhan menandai saat kitab suci Quran diturunkan kepada Nabi Muhamad, lebih dari 1400 tahun yang lalu. Warga Muslim merayakan bulan ini dengan kunjungan keluarga dan undangan iftar, acara makan bersama saat berbuka puasa.
Pak Memet, kok sampeyan bicaranya out of topic, bicaranya Umrah, kok sampai dibahas penjajahan Arab !!! Akulturasi budaya itu biasa, saling mempengaruhi budaya itu biasa dalam pergaulan dunia ini..
BalasISLAM SEBAGAI NILAI HIDUP BAIK DAN PANTAS BERKEMBANG. YANG PERLU DICERMATI ADALAH PENYATUAN ISLAM DAN ARAB YANG BISA MENGARAH KE PENJAJAHAN TERSEMBUNYI OLEH ISLAM VERSI ARAB. NILAI KEHIDUPAN HARUS LEPAS DAR4I KULTUR YANG TIDAK BERADAB. ANTARA LAIN KULTUR MENYATUKAN AGAMA DENGAN KEKUASAAN POLITIK.
Balas