Selasa 12 Apr 2022 10:36 WIB

IHSG Dibuka Naik Terkerek Saham Teknologi, Cermati 3 Saham Berpotensi Cuan Ini

Saham-saham teknologi pimpin Top Gainers IHSG hari ini

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pada perdagangan Selasa (12/4). Setelah terkoreksi sebesar 0,10 persen pada penutupan kemarin, IHSG kembali mencoba naik ke area positif dengan menguat 0,25 persen ke level 7.221,88.
Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pada perdagangan Selasa (12/4). Setelah terkoreksi sebesar 0,10 persen pada penutupan kemarin, IHSG kembali mencoba naik ke area positif dengan menguat 0,25 persen ke level 7.221,88.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pada perdagangan Selasa (12/4/2022). Setelah terkoreksi sebesar 0,10 persen pada penutupan kemarin, IHSG kembali mencoba naik ke area positif dengan menguat 0,25 persen ke level 7.221,88. 

Dalam daftar top gainers, saham WIRG kembali memimpin kenaikan dengan melesat hingga 24 persen ke level Rp 855. Sepekan terakhir, emiten pengembang metaverse ini telah menguat lebih dari 200 persen. WIRG baru saja melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan harga saat IPO Rp 168.

Selain itu, terdapat juga saham TLDN yang baru saja tercatat di BEI hari ini. Pada perdagangan perdananya, saham TLDN menguat hingga 11 persen dari harga IPO Rp 580 menjadi Rp 645 saat ini. Selanjutnya, saham EMTK dan BUKA juga naik masing-masing sebesar 2,21 persen dan 1,83 persen. 

Meski demikian, kenaikan IHSG cukup terbatas pada pagi ini. Beberapa saham yang menjadi penekan naiknya IHSG yaitu BULL, TRJA dan NANO yang kompak terkoreksi sebesar 6 persen. Ketiganya juga menduduki posisi teratas daftar top losers. 

Indeks saham di Asia pagi ini dibuka turun setelah indeks saham utama di Wall Street semalam jatuh lebih dari 1 persen. "Investor fokus pada ancaman ekonomi yang datang dari tingkat inflasi yang tinggi, pengetatan kebijakan moneter serta penerapan kembali kebijakan Lockdown di sejumlah kota besar di Cina," kata Phillip Sekuritas Indonesia dalam risetnya, Selasa (12/4). 

Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) surat utang Pemerintah AS (US Treasury Note) bertenor 10 tahun naik menjadi 2,79 persen, tertinggi sejak Januari 2019, ketika yield berada di 2,80 persen. Kenaikan yield ini terjadi menjelang rilis data inflasi Maret AS yang dapat memicu bank sentral AS Federal Reserve memperketat kebijakan moneter dengan cukup agresif sehingga memperlambat laju pertumbuhan ekonomi AS.

Menurut riset, investor juga akan mengantisipasi pengumuman hasil pertemuan kebijakan bank sentral Eropa (ECB) pada Kamis mendatang dengan mencari tahu arahan mengenai kebijakan moneter terutama pada saat laju inflasi zona Euro berada di rekor tertinggi 7,5 persen tanpa adanya indikasi akan melambat dalam waktu dekat. 

Di pasar komoditas, harga minyak mentah jenis Brent turun ke bawah 100 dolar AS per barel. Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran kebijakan lockdown di China akan menekan permintaan minyak pada saat pasar sedang fokus mengurusi gangguan pasokan minyak dari Rusia.

Phillip Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG berpotensi melemah hari ini. Beberapa saham yang dapat dicermati secara teknikal antara lain:

PWON

Short Term Trend   : Bullish

Medium Term Trend  : Bullish 

Trade Buy          : 510

Target Price 1     : 540

Target Price 2     : 570

Stop Loss          : 480

KPIG

Short Term Trend   : Sideways 

Medium Term Trend  : Bullish 

Trade Buy          : 104

Target Price 1     : 113

Target Price 2     : 115

Stop Loss          : 96

KBLV

Short Term Trend   : Bearish

Medium Term Trend  : Bearish  

Trade Buy          : 268

Target Price 1     : 288

Target Price 2     : 306

Stop Loss          : 250

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement