Senin 20 Sep 2021 12:16 WIB

Anggotanya Arogan, Satpol PP Bogor Janji akan Lebih Humanis

Dalam video tersebut, seorang anggota Satpol PP terlihat mencekik seorang pria.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Mas Alamil Huda
[ilustrasi] Petugas Satpol PP melakukan penertiban.
Foto: ANTARA FOTO/Fiqman Sunandar
[ilustrasi] Petugas Satpol PP melakukan penertiban.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR— Sebuah video berisi arogansi Satpol PP Kabupaten Bogor terhadap pedagang kaki lima (PKL) di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, beredar di media sosial. Dalam video tersebut, seorang anggota Satpol PP terlihat mencekik seorang pria.

Dalam video yang beredar di Tiktok dan Instagram, terlihat seorang ibu-ibu berkerudung sedang cekcok mulut dengan anggota Satpol PP di pinggir jalan. Namun, tidak diketahui secara pasti perbincangan di antara keduanya.

Lalu, terlihat di video seorang pria berkaos putih hendak membela sang ibu sambil menunjuk anggota Satpol PP. Alhasil, anggota tersebut langsung mencekik sambil mendorong pria berbaju putih.

Kasatpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridho, membenarkan pria berseragam dalam video itu adalah anggotanya. Agus mengatakan, peristiwa tersebut terjadi di kawasan Stadion Pakansari pada Sabtu (18/9) saat Satpol PP tengah melakukan penertiban PKL.

Dalam kejadian tersebut, kata Agus, tidak terjadi aksi pemukulan. Kendati demikian, dia menegaskan akan tetap memberikan sanksi dan pembinaan kepada anggotanya. Supaya tetap humanis setiap menjalankan tugas, termasuk saat melakukan penertiban terhadap PKL.

Nggak ada pemukulan ya, ke depan kita terus lakukan pembinaan dan mereka harus humanis. Ya harus bersabar lah ya walaupun di lapangan. Pasti kita kasih (sanksi), ini lagi dirumuskan dulu, dari bidang pembinaan pemeriksaan dulu,” ujar Agus dikonfirmasi, Senin (20/9).

Lebih lanjut, Agus menjelaskan, anggota tersebut tengah melakukan penertiban PKL di kawasan Stadion Pakansari. Ketika itu, anggotanya menemukan satu pedagang yang marah-marah saat ditertibkan. Hingga akhirnya terjadi cekcok mulut di antara mereka.

“Sebetulnya video itu terpotong, sebenarnya anaknya yang mendorong duluan ke anggota saya. Itu versi keterangan anggota saya ya. Jadi kepancing terus emosi karena situasinya dorong-dorongan, jadi emosi,” pungkasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement