Sabtu 24 Jul 2021 08:50 WIB

Batasi Konsumsi Susu dan Gula untuk Atasi Jerawat

Susu tingkatkan kadar insulin yang bisa sebabkan jerawat.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Indira Rezkisari
Konsumsi es krim yang mengandung susu dan gula bisa memicu jerawat di kulit.
Foto: EPA
Konsumsi es krim yang mengandung susu dan gula bisa memicu jerawat di kulit.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Masalah kulit dapat muncul karena banyak alasan, misalnya stres, tidur menggunakan riasan wajah, dan ketidakseimbangan hormon. Tetapi penyumbang utama masalah kulit seperti jerawat adalah makanan yang dikonsumsi.

Pakar gizi dari AS, Isabel Smith, mengatakan makanan yang harus dibatasi untuk meredakan dan menghindari masalah jerawat adalah susu dan gula. Beberapa studi telah menunjukkan bahwa susu dapat meningkatkan kadar insulin, yang kemudian meningkatkan produksi hormon penghasil sebum sehingga mempengaruhi jerawat.

Baca Juga

Menurut penelitian, sebanyak 85 persen di AS berpotensi mengalami jerawat, dan membatasi konsumsi susu bisa menjadi salah satu solusinya. Hal ini juga berlaku untuk orang dewasa.

"Jika Anda masih ragu apakah susu atau gula adalah masalah bagi kulit Anda, coba saja buktikan sendiri dengan membatasinya dan lihat apakah itu membaik. Ini cara termudah dan termurah untuk menguji,” kata Smith seperti dilansir dari Eat This, Sabtu (24/7).

Dokter kulit yang berbasis di New York, Whitney Bowe, juga sepakat bahwa susu menjadi salah satu faktor utama timbulnya jerawat. Bahkan jika kulit tidak mengalami burn, ada bukti bahwa susu dapat menyebabkan peradangan sistemik dan berkontribusi pada beberapa masalah kesehatan termasuk sakit kepala, imun rendah, gangguan pencernaan, masalah memori, resistensi insulin, hidung tersumbat, perubahan suasana hati, dan lainnya.

Selama ini kita sudah terdoktrin bahwa susu adalah minuman sehat. Itu tidak salah, karena susu memiliki nutrisi penting dan menyehatkan seperti vitamin B, vitamin K, protein, dan kalsium.

Jika ternyata Anda harus meninggalkan produk susu agar jerawat memudar, jangan khawatir. Sekarang ada banyak sekali alternatif non-susu yang bisa dikonsumsi seperti yogurt, es krim, dan keju, yang dapat memberikan vitamin seperti susu. Ada juga susu nabati yang bisa dikonsumsi seperti susu almond, susu oat, susu chia, susu rami, hingga susu pisang.

Tapi meskipun beberapa sumber susu alternatif mengandung lebih sedikit kalori, banyak susu nabati yang kandungan gulanya juga tinggi. Jadi perhatikan kembali kandungan gulanya sebelum mengonsumsi.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement