Senin 29 Mar 2021 10:58 WIB

iPad Rusak Sebabkan Kebakaran Rumah, Apple Digugat

Apple dituduh menjual iPad yang rusak.

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Dwi Murdaningsih
iPad. Ilustrasi
Foto: washingtonpost.com
iPad. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, MILFORD—Sebuah gugatan diajukan kepada Apple karena iPad yang rusak menjadi penyebab kebakaran rumah. The Register melaporkan insiden kebakaran tersebut terjadi di rumah Michael Macaluso di Milford pada tahun lalu.

Dilansir dari Phone Arena, Senin (29/3), perusahaan asuransinya, Allstate Insurance membayar lebih dari 142 ribu dolar Amerika Serikat (AS) untuk memperbaiki kerusakan akibat kebakaran. Firma hukum de Luca Levine telah disewa untuk menuntut raksasa Cupertino itu mengganti asuransi pembayaran tersebut.

Baca Juga

Gugatan tersebut menuduh api dimulai karena sistem kelistrikan atau baterai iPad tidak berfungsi. Keluhan tersebut mengatakan Macaluso tidak menyalahgunakan atau mengubah iPadnya di luar penanganan dan pengoperasian yang diantisipasi yang dimaksudkan oleh Apple. Ia menuduh perusahaan menjual tablet yang rusak.

Kasus ini diajukan ke Pengadilan Permohonan Umum Philadelphia County, Pennsylvania bulan ini. Kasus dipindahkan ke pengadilan distrik federal di timur negara bagian AS itu pekan ini.

Berita itu muncul di tengah penyelidikan Apple atas cedera luka bakar yang diduga disebabkan oleh pengisi daya iPhone. Menurut gugatan yang sedang berlangsung, seorang pria meninggal pada 2017 karena kebakaran yang dipicu oleh baterai iPad yang rusak.

Meskipun insiden serupa lainnya juga pernah terjadi di masa lalu, kejadian tersebut jarang terjadi. Sebagai tindakan pencegahan, pengguna harus menghindari aksesori dan modifikasi yang tidak disetujui.

Baterai lithium-ion yang digunakan oleh perangkat ini secara inheren mudah menguap. Ponsel cerdas masa depan mungkin saja menampilkan sel grafin. Grafin lebih kuat dan fleksibel dan juga lebih baik dalam menghantarkan panas, yang berarti akan mampu menjaga smartphone dan baterainya tetap dingin.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement