Kamis 18 Mar 2021 23:16 WIB

Pesan Hikmah dari Peringatan Isra Miraj Polda Maluku

Polda Maluku menggelar Peringatan Isra Miraj di kalangan personel

Polda Maluku menggelar Peringatan Isra Miraj di kalangan personel. Ilustrasi Isra Miraj
Foto: MGIT03
Polda Maluku menggelar Peringatan Isra Miraj di kalangan personel. Ilustrasi Isra Miraj

REPUBLIKA.CO.ID, AMBON— Keluarga besar Polda Maluku menggelar Peringatan Isra Miraj 1442 Hijriyah.  Pesan-pesan hikmah pun disampaikan dalam momen tersebut. 

Kapolda Maluku Irjen, Pol Refdi Andri, berharap peringatan Isra Miraj 1442 Hijriyah dapat membentuk karakter personel Polri yang beriman, bertaqwa, amanah, dan selalu meneladani sifat dari Rasulullah Muhammad Sallallahu Alaihi Wassallam.

Baca Juga

"Shalat merupakan perintah Allah Subhanallahu Wataala kepada Nabi kita Muhammad SAW saat melakukan Isra Miraj dapat kita amalkan dengan baik sebagai bentuk wujud keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW, nabi akhir zaman," katanya,di Ambon, Kamis (18/3).

Penegasan kapolda disampaikan dalam peringatan Isra Miraj atau perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam menerima perintah Shalat yang diselenggarakan Polda Maluku.

Sementara Ustadz Saiful Ali Al Maskaty dalam ceramahnya mengatakan Baginda Nabi Muhammad SAW wajib dijadikan contoh dan teladan oleh setiap Muslim.

"Bagaimana perjalanan suci itu (Isra Miraj) dilaksanakan atas kehendak Allah SWT yang menurut akal manusia normal tidak akan mungkin terjadi dalam cuma satu malam," katanya.

Menurutnya, perjalanan mulia tersebut hanya dapat diyakini kebenarannya oleh orang-orang yang bertaqwa dan beriman di masa itu. Sehingga mereka percaya dan meyakini kejadian peristiwa Isra Miraj tersebut.

"Olehnya itu peristiwa Isra Miraj ini merupakan pelajaran kepada kita umat akhir zaman ini bahwa Allah SWT adalah penguasa dan pemilik alam semesta. Allah SWT dapat berkehendak atas apa pun di dunia ini dan kita mahluk manusia kecil ini tidak ada apa-apanya tanpa bantuan Allah SWT," ujarnya.

Ustadz Saiful mengajak seluruh personel Polda Maluku agar menjadikan sholat lima waktu sebagai sesuatu yang tidak akan terlepas. Sebab, shalat lima waktu hukumnya wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang sudah berakal balig.

"Shalat yang merupakan perintah Allah SWT kepada Nabi saat melaksanakan Isra Miraj dapat kita jadikan sebagai sarana bagi kita dalam berkomunikasi dengan Sang Pencipta," katanya.

Dalam shalat, Ustadz Saiful mengatakan tidak ada lagi hijab atau dinding pemisah dengan Allah SWT. Setiap ayat Alquran yang dibaca akan didengar dan dijawab oleh Allah, Tuhan Yang Mahaesa.

"Olehnya itu mari menjadikan shalat sebagai penghibur, solusi maupun sarana bagi kita dalam berinteraksi dengan Allah SWT, baik di saat susah maupun senang, gelisah atau pun bahagia," pintanya.

Ustadz Saiful juga mengingatkan bahwa Polri yang saat ini dengan slogan baru presisi merupakan suatu program yang sangat baik dalam melayani masyarakat.

Selaku anggota Polri yang beriman kepada Allah SWT, diharapkan dapat melaksanakan program Presisi di lapangan, dengan menghadirkan sifat-sifat teladan Nabi dalam melayani masyarakat.

"Hadirkanlah sifat-sifat Nabi sehingga tugas dan tanggung jawab program Presisi yang kita laksanakan ini dapat dilaksanakan dengan baik danmedatangkan berkah dan faedah bagi diri sendiri kita dan orang lain," kata dia.     

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement