Sabtu 28 Nov 2020 23:48 WIB

Ketua RT Kompak Bantah Pernyataan Armudji Soal Kucuran Dana Rp 187 Juta

Para ketua RT kompak bantah pernyataan Armudji soal kucuran dana Rp 187 juta.

Rep: jatimnow.com/ Red: jatimnow.com
.
.

jatimnow.com - Para Ketua Rukun Tetangga (RT) di Surabaya kompak membantah pernyataan Calon Wakil Wali Kota Surabaya, Armudji yang menyebut bahwa Pemerintah kota (Pemkot) Surabaya telah mengucurkan dana sebesar Rp 187 juta per RT.

Pernyataan itu disampaikan Armudji dalam Debat Publik ke-2 Pilwali Surabaya 2020 yang digelar KPU setempat pada 18 November 2020.

Bantahan para ketua RT ini disampaikan lantaran apa yang disampaikan Armudji itu tidak sesuai fakta. Bahkan sejumlah RT di Surabaya mengaku, untuk pembangunan masing-masing RT sering menggunakan dana swadaya masyarakat.

Bantahan disampaikan Ketua RT 1, RW 11, Kelurahan Ujung, Sulaiman dan Ketua RT 1, RW 2, Bubutan, Abdullah.

Keduanya sama-sama menyebut jika selama ini tidak ada dana program RT dari Pemkot Surabaya sebesar Rp 187 juta yang dikucurkan. Bahkan Sulaiman mengatakan untuk merenovasi wc umum saja, harus menggunakan dana swadaya masyarakat.

"Kami sudah mengajukan tapi tidak ada realisasi. Akhirnya untuk memperbaiki wc umum menggunakan dana swadaya dari masyarakat," jelas Sulaiman.

Armudji saat menunjukkan surat pengunduran diri dari bakal calon wali kota Surabaya pada Juli 2020 (Foto: Dok. jatimnow.com)

Sementara Abdullah menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menerima pembangunan di wilayahnya yaitu di RT 1, RW 2, Bubutan. Abdullah juga mengatakan telah mengajukan bantuan untuk pembuatan gapura, tetapi belum terealisasi.

"Tidak ada dana sebesar itu dialokasikan kepada RT. Kami minta bantuan pembangunan gapura saja tidak terealisasi sampai sekarang," terang Abdullah.

Hal senada diungkapkan Ketua RT 5, RW 5, Sonokwijenan, David dan Ketua RT 9, RW 2, Airlangga, Didik serta Ketua RT 2 RW 2 Kelurahan Airlangga, Ahmad Yani.

Mereka sama-sama menjawab bila dalam 5 tahun terakhir, tidak ada dana program RT dari Pemkot Surabaya sebesar Rp 187 juta.

"Waduh mas, gak onok (nggak ada) sama sekali dari pemkot. Sejak awal saya jadi Ketua RT juga gak ada dana dari pemkot. Justru RT yang harus giat cari-cari sponsor biar kampung jadi cantik. Selain juga swadaya dari warga sekitar," papar Didik, Sabtu (28/11/2020).

Begitu pula David, yang menjadi Ketua RT di kawasan permukiman. Menurutnya, seluruh aktivitas di RT tempatnya murni dari warga.

"Hehe.. gak ada itu mas. Mungkin mau akan nanti yaa. Hehe," jawab David santai.

Begitupun Ahmad Yani yang menyebut jika selama ini belum ada dana sebesar itu untuk RT. Yang ada hanya gaji bulanan saja yang diterimanya selama ini.

"Belum ada, belum ada sama sekali. Kalau memang ada ya warga senang itu. Mungkin baru program beliau (Armudji) kali ya," tegas Yani.

 

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan jatimnow.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab jatimnow.com.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement