Rabu 23 Sep 2020 15:05 WIB

ESDM: Dampak Corona, Konsumsi Listrik Anjlok 7,06 Persen

Konsumsi listrik yang paling terasa merosotnya ialah DKI Jakarta dan Bali.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Friska Yolandha
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan dampak pandemi membuat pola konsumsi listrik masyarakat juga berubah. Ia mengatakan selama pandemi konsumsi listrik nasional turun 7,06 persen.
Foto: Humas PLN Disjaya
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan dampak pandemi membuat pola konsumsi listrik masyarakat juga berubah. Ia mengatakan selama pandemi konsumsi listrik nasional turun 7,06 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan dampak pandemi membuat pola konsumsi listrik masyarakat juga berubah. Ia mengatakan selama pandemi konsumsi listrik nasional turun 7,06 persen.

Ia merinci, paling terasa merosotnya konsumsi listrik selain di DKI Jakarta adalah Bali. Konsumsi listrik di Bali merosot tajam selama pandemi Covid-19. Ia mencatat penurunan sebesar 32,87 persen pada Juni 2020 dibandingkan dengan pemakaian Januari 2020.

"Konsumsi listrik yang mengalami pertumbuhan negatif adalah Bali 17,79 persen. Kemudian, pertumbuhan konsumsi listrik hingga Juni 2020 dibandingkan dengan Januari 2020 sebesr 7,06 persen," ujar Arifin dalam sebuah diskusi virtual, Rabu (23/9).

Dari seluruh provinsi RI, ada delapan wilayah yang mengalami penurunan konsumsi listrik lebih dari 5 persen. Wilayah itu adalah Sumatera Barat 7,12 persen, Sulawesi Tenggara 7,68 persen, dan Bali 32,87 persen, Jawa Timur 6,33 persen, Jawa Tengah 6,28 persen, dan Jawa Barat 10,57 persen, Banten 12,82 persen serta Disjaya dan Tangerang 5,62 persen.

Namun, Arifin menegaskan ada pertumbuhan konsumsi listrik pada Juni 2020 sebesar 5,46 persen secara year on year (yoy) jika dibandingkan periode Juni 2019.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement