Jumat 24 Jul 2020 07:30 WIB

Pembukaan Jaringan Bioskop AMC Ditunda

AMC merupakan jaringan bioskop terbesar di Amerika Serikat.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Nora Azizah
Jaringan bioskop AMC menunda pembukaan karena pandemi (Foto: ilustrasi bioskop)
Foto: www.freepik.com
Jaringan bioskop AMC menunda pembukaan karena pandemi (Foto: ilustrasi bioskop)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bioskop AMC resmi mengumumkan pengunduran rencana pembukaan kembali bioskop-bioskop mereka di Amerika Serikat. Pengunduran ini dilatarbelakangi oleh situasi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

Menurut rencana awal, Bioskop AMC rencananya akan dibuka pada pertengahan Juli. Per 15 Juli, Bioskop ACM berencana membuka kembali sebagian besar bioskopnya yang tersebar di berbagai lokasi. Lalu 150 lokasi sisanya direncanakan kembali buka pada 24 Juli.

Baca Juga

Rencana ini lalu diurungkan karena situasi pandemi Covid-19 di Amerika Serikat. Jaringan bioskop terbesar di Amerika Serikat, Bioskop AMC, serharusnya mulai kembali beruperasi pada akhir Juli. Akan tetapi, rencana pembukaan kembali ini diundur karena situasi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

Rencana pembukaan kembali Bioskop AMC diundur menjadi akhir Juli dan awal Agustus. Rencana ini kemudian kembali diundur menjadi pertengahan hingga akhir Agustus.

Perubahan rencana pembukaan kembali Bioskop AMC ini tentu tutur mempengaruhi jadwal perilisan film-film baru. Beberapa di antaranya adalah Tenet dari Warner Bros dan Mulan dari Disney.

Meski belum kembali beroperasi di Amerika Serikat, Bioskop AMC sudah mulai beroperasi di negara lain. Setidaknya sepertiga dari total layar milik Bioskop AMC yang ada di Eropa dan Timur Tengah telah kembali beroperasi.

Seperti dilansir Hollywood Reporter, Jumat (24/7), pegunduran pembukaan kembali bioskop ini kemungkinan akan diikuti oleh jejaring bioskop lain di Amerika Serikat. Salah satunya adalah jejaring bioskop besar milik Cinemark dan Cineworld yaitu Regal Cinemas.

Dalam laporan terbaru, Analis Eric World dari B Riley FBR menurunkan target harga saham miliknya untuk operator-operator bioskop. Dia juga memproyeksikan bahwa box office 2021 akan jatuh sekitar 20 persen di bawah level 2019.

World menambahkan, pembukaan kembali bioskop secara bertaham dapat meningkatkan sentimen di antara para investor. Pembukaan bertahap ini bisa dimulai dari lokasi-lokasi yang paling memungkinkan. Di sisi lain, World juga mengungkapkan keraguannya terkait rumah produksi film.

"Kami kurang yakin bahwa studio-studio akan menunggu tanggal yang tepat untuk merilis film-film mereka, mengingat tanggal yang sempurna mungkin tak akan datang," ungkap World.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement