Jumat 15 May 2020 14:52 WIB

BPTJ Siapkan Bus Gratis Antisipasi KRL Padat

Layanan bus gratis disediakan Jumat dan Senin pagi dan sore.

Untuk mengantisipasi padatnya penumpang KRL, BPTJ menyediakan bus gratis dari dan ke Jakarta.
Foto: ANTARA/Fakhri Hermansyah
Untuk mengantisipasi padatnya penumpang KRL, BPTJ menyediakan bus gratis dari dan ke Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan menyiapkan bus sebagai angkutan alternatif bagi pengguna kereta rel listrik (KRL). Bus penghubung disiapkan untuk mengantisipasi apabila KRL terlampau padat.

“Pemerintah akan menyediakan angkutan bus alternatif bagi penumpang KRL. Bus tersebut akan dioperasionalkan jika terjadi kondisi memaksa di mana terjadi kepadatan jumlah penumpang KRL pada waktu tertentu,” kata Kepala BPTJ Polana B Pramesti dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (15/5).

Baca Juga

Para pengguna KRL dapat memanfaatkan alternatif angkutan dari dan ke Jakarta ini tanpa dipungut biaya. Dalam memberikan layanan, bus juga diatur mengikuti protokol Covid-19 antara lain kapasitas hanya 25 orang atau 50 persen dari kapasitas setiap bus sehingga tempat duduk pengguna tetap berjarak satu sama lain, dan seluruhnya wajib menggunakan masker.

Layanan akan disediakan pada Jumat 15 Mei 2020 dan Senin 18 Mei 2020. Untuk titik dan jadwal keberangkatan bus tersebut adalah sebagai berikut, Jumat 15 Mei 2020 (waktu keberangkatan 16.00-1630 WIB).

Untuk Rute Jakarta-Bogor, di antaranya Stasiun Dukuh Atas Sudirman-Terminal Baranangsiang Bogor ( dua unit bus), Stasiun Manggarai-Terminal Baranangsiang Bogor (dua unit bus), Stasiun Tebet-Terminal Baranangsiang Bogor (dua unit bus).

Rute Jakarta–Bekasi, di antaranya Stasiun Dukuh Atas Sudirman–Terminal Bekasi (dua unit bus), Stasiun Manggarai–Terminal Bekasi (dua unit bus).

Jadwal pada Senin 18 Mei 2020 (jam keberangkatan 05.00 WIB–06.00 WIB) untuk rute hanya Bogor–Jakarta dengan titik keberangkatan dari Stasiun Bogor menuju Stasiun Dukuh Atas Sudirman Jakarta dengan jumlah armada lima unit bus. Kesiapan armada tersebut menyusul kepadatan penumpang di KRL yang masih terlihat, terutama pada Senin pagi dan Jumat sore di mana jumlah penumpang terlihat menumpuk hanya pada jam-jam tertentu khususnya menjelang buka puasa.

“Dalam beberapa waktu belakangan ini beberapa kali terjadi masyarakat memaksakan diri untuk menumpang KRL meski kapasitas sudah melebihi batas ketentuan sesuai PSBB,” katanya.

Kondisi tersebut cenderung terjadi sebagaimana diketahui, pada masa PSBB pelayanan KRL memang dibatasi baik menyangkut jadwal maupun jumlah penumpang dengan hanya melayani maksimal 35 persen dari kapasitas. Polana mengatakan pembatasan dilakukan sesuai dengan ketentuan aturan PSBB.

Pembatasan ini sejalan pula dengan aktivitas kerja masyarakat yang juga dibatasi dengan meminta masyarakat untuk tetap dapat tinggal di rumah atau bekerja dari rumah. “Namun demikian memang ada sebagian aktivitas yang dikecualikan dalam PSBB sehingga KRL tetap beroperasi dengan pembatasan yang dimaksudkan untuk dapat melayani masyarakat yang masih beraktivitas pada kegiatan yang dikecualikan tersebut, tentunya dengan tetap berpedoman pada protokol kesehatan,” kata Polana.

Terkait hal tersebut, Polana meminta masyarakat untuk dapat mengatur diri dengan menyesuaikan jadwal dan ketentuan yang berlaku terhadap pengoperasian KRL jika tetap memanfaatkan KRL dengan pembatasan yang diberlakukan. Bagi masyarakat yang tidak memiliki kepentingan mendesak atau beraktivitas terkait dengan kegiatan yang diperbolehkan sesuai PSBB, Polana menghimbau agar dapat memenuhi ketentuan dengan tetap tinggal di rumah.

“Hal ini tidak terlepas dari semangat diimplementasikannya kebijakan PSBB, yakni membatasi mobilitas masyarakat di luar rumah yang dikhawatirkan berpotensi mempercepat penyebaran Corona Virus Disease-2019 (Covid-19),” jelas Polana.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement