Rabu, 28 Zulhijjah 1435 / 22 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Fans Italia Titikan Air Mata, Terdiam hingga Melempar Kembang Api

Senin, 02 Juli 2012, 08:01 WIB
Komentar : 0
Reuters/Giampiero Sposito
Suporter timnas Italia terdiam lesu usai tim kesayangan mereka kalah 0-4 dari Spanyol di final Piala Eropa 2012.
Suporter timnas Italia terdiam lesu usai tim kesayangan mereka kalah 0-4 dari Spanyol di final Piala Eropa 2012.

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA -- Ratusan fans Italia terhenyak tak percaya ketika timnas kebanggaan mereka menelan kekalahan telak 0-4 dari Spanyol di partai final Piala Eropa 2012. Ada rasa sedih, marah, dan kecewa yang bercampur menjadi satu.

''Beberapa tifosi tampak kecewa. Mereka melemparkan kembang api dan penghalang lainnya di layar lebar di Circo Massimo, Roma, setelah penantian panjang 44 tahun meraih juara Euro dihancurkan oleh Spanyol,'' tulis en.trend.az.

Sebagian lainnya tak mampu berkata apa-apa. Padahal, seluruh fans dari segala penjuru Italia sebelumnya menyanyikan lagu kebangsaan Italia dengan dedikasi tinggi seperti kiper Gianluigi Buffon sebelum pertandingan final. Lainnya hanya bisa menitikkan air mata di malam panas tersebut.

Timnas Italia sebelumnya tampil menjanjikan saat mereka menggilas Jerman 2-1 di babak semifinal. Tapi ironis, mereka kini yang digilas Spanyol dengan skor 4-0.

Meski gagal meraih trofi, skuat timnas Italia bakal dijamu oleh Presiden Giorgio Napolitano sepulang dari Euro 2012. Perdana Menteri Italia, Mario Monti, juga memberi apresiasi dengan menyaksikan langsung pertandingan.

''Anak-anak bermain sungguh luar bisa. Kami sekarang memang sedikit kecewa. Tapi, Italia memiliki kemampuan untuk mengatasi kesulitan,'' kata Monti.

Redaktur : Didi Purwadi
Apabila seseorang mengafirkan temannya, maka ucapan (yang mengafirkan) itu benar-benar kembali kepada salah seorang di antara keduanya (yang mengatakan atau yang dikatakan). ( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Langgar Koalisi Tanpa Syarat, Pengamat: Jokowi Harus Ikuti Anjuran KPK dan PPATK
JAKARTA -- Joko Widodo telah mengajukan nama calon menterinya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Pengamat politik,...