Sabtu, 29 Ramadhan 1435 / 26 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Tim Panzer Andalkan 'Messi dari Jerman'

Rabu, 23 Mei 2012, 23:59 WIB
Komentar : 0
Mario Gotze
Mario Gotze

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Pelatih Timnas Jerman, Joachim Loew mengatakan bakal mengandalkan Mario Goetze sebagai motor serangan tim Panzer di perhelatan Piala Eropa 2012. Penampilan ciamiknya bersama Borussia Dortmund menjadi patokan winger berjuluk 'Lionel Messi dari Jerman' ini diberikan kepercayaan penuh dari Loew.

Usia Goetze terbilang muda. Pada 3 Juni atau enam hari sebelum Jerman memulai perjalanan mereka di Grup B dengan menghadapi Portugal, Goetze baru menginjak usia 20 tahun. Tapi, permainannya kian matang setelah mengantarkan Dortmund juara Bundesliga dua musim beruntun (2010/2011 dan 2011/2012).

Kemampuannya mengolah si kulit bundar terlihat saat usianya baru delapan tahun. Putra daerah Memmingen, Jerman itu pun bergabung dengan Die Borussen pada November 2009. Pada Oktober 2010, Gotze menjadi pemain Jerman termuda kedua sepanjang sejarah yang melakukan debutnya, saat usianya baru menginjak 18 tahun lima bulan.

Penampilan rancak bersama Die Schwarzgelben, julukan lain Dortmund membuatnya kebanjiran pinangan dari klub-klub elit Eropa. Ia memiliki visi yang bagus, dan memiliki kemampuan mengirimkan umpan kepada rekan-rekan setim agar mudah mecetak gol. Kemampuannya di level klub membuat Loew menjadikannya jendral lapangan tengah tim Diesel di Ukraina-Polandia.

Sinarnya mulai benerang saat tampil memukau pada pertandingan pembuka musim ini saat Dortmund menghancurkan Hamburg 3-1. Saat itu, Goetze mencetak satu gol dan menciptakan peluang untuk gol lainnya. Tak pelak, media-media Jerman menyebut Gotze, 'Goetzlich', yang berarti istimewa dalam bahasa Jerman.

"Kami memanggilnya Goetzinho," kata gelandang Dortmund, Sven Bender. "Ia menaikkan standar terhadap hal-hal di sekitarnya, ia mengontrol bola layaknya ia memiliki magnet di kakinya."

Benar saja, lima hari setelah pertandingan itu, Goetze masuk Timnas Jerman senior untuk kali pertama. Hebatnya, dalam laga perdana tersebut, Gotze langsung mencetak gol sekaligus mengantarkan Jerman menekuk Brazil 3-2 pada laga persahabatan di Stuttgart. Setelah itu, keran gol Gotze pun mengalir deras dari kaki atau pun kepalanya. Terakhir kali ia mencetak gol untuk Jerman saat juara Piala Dunia tiga kali itu menang 5-2 atas Austria pada awal September.

"Ia mustahil untuk dihentikan. Anda tidak bisa mendapatkan yang lebih baik daripada dirinya," kata mantan pelatih dan kapten Timnas Jerman, Franz Beckenbauer. "Kemampuannya seperti Lionel Messi, begitu juga pemahamannya terhadap pertandingan dan teknik. Di atas semuanya, ia bermain dengan insting-serupa dengan Messi."

Beckenbauer tidak sendiri, Matthias Sammer, direktur tknik Federasi Sepak bola Jerman (DFB), bahkan berkata Goetze adalah salah satu talenta sepak bola terbaik yang dimiliki Jerman. "Ia adalah pemain istimewa, cepat, kreatif dan dengan kemampuan teknik luar biasa," kata Sammer, "Ia adalah salah satu pemain paling berbakat yang pernah kami miliki."

Sayangnya, Goetze yang dikontrak Nike 1,5 juta euro tidak dalam kondisi fit saat terbang ke Polandia-Ukraina. Ia sempat dibebat cedera di awal tahun. Tapi, ia kembali menunjukkan performa baik dalam tiga pertandingan terakhir Dortmund di Bundesliga.

Karena itu, Loew optimis, pemain bertinggi badan 171 cm dan berat 64 kilogram itu bakal tampil maksimal untuk mengantarkan Jerman merengkuh tropi Piala Eropa untuk kali pertama dalam 16 tahun terakhir. "Goetze hanya bersama kami selama setahun, namun bermain seolah-olah ia selalu menjadi bagian dari tim ini. Saya pikir keduanya dapat bermain lebih dari sekedar peran pemain cadangan di kejuaraan Eropa," kata Loew.

"Saya telah bekerja dengan banyak (pemain) pemuda, namun tidak seorang pun pernah bermain dengan rasa percaya diri di tim nasional."

Ayah Goetze, Juergen, merupakan seorang profesor di Universitas Teknik Dortmund. Ia mencapai posisi tersebut di Amerika Serikat, ketika anaknya lahir, ia mengakui ingin anaknya menjadi seorang petenis, bukan pesepakbola.

Redaktur : Karta Raharja Ucu
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Video Udara, Gerbang Tol Cikampek Malam Hari
KARAWANG -- Memasuki H-3 menuju H-2, Sabtu (26/7) dini hari,  para pemudik tertahan di gerbang tol Cikampek. Volume kendaraan naik drastis ketimbang hari...
Silaturahim
VIDEO :