Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register
  • Timnas Inggris berfoto bersama sebelum laga internasional lawan Spanyol di Stadion Wembley, London, beberapa waktu lalu.

  • Tim nasional Prancis dalam laga uji coba lawan Belgia di Stade de France, Saint Denis, Paris, beberapa waktu lalu.

  • Pemain-pemain timnas Swedia berpose sebelum menggelar laga uji coba lawan tuan rumah Ukraina di Kharkiv pada beberapa waktu lalu.

  • Timnas Ukraina menjamu Swedia dalam laga persahabatan di Kharkiv pada beberapa waktu lalu.

  • Striker timnas Inggris, Wayne Rooney, beraksi dalam laga lawan Jerman di babak 16 besar Piala Dunia 2010 di Stadion Free State, Bloemfontein, Afrika Selatan.

  • Franck Ribery, winger timnas Prancis, berlari saat laga uji coba lawan Kroasia di Stade de France, Saint Denis, Prancis.

  • Zlatan Ibrahimovic, striker andalam timnas Swedia, mengontrol bola dalam laga persahabatan lawan Kroasia di Zagreb pada beberapa waktu lalu.

  • Striker timnas Ukraina, Andriy Shevchenko, melakukan selebrasi usai mencetak gol dalam laga persahabatan lawan Jerman di Kiev.

  • Roy Hodgson, manajer timnas Inggris, berpose di tunel Stadion Wembley, London, pada awal Mei lalu.

  • Pelatih timnas Prancis, Laurent Blanc, mengamati permainan skuatnya menghadapi Bosnia di laga Grup D babak kualifikasi Piala Eropa 2012 di Stade de France, Saint Denis, Paris.

In Picture: Preview Grup D: Laga Penebus Dosa 2010

Selasa, 29 Mei 2012, 06:06 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV -- Prancis dan Inggris, dua raksasa sepak bola Eropa, pastinya menjadi favorit persaingan Grup D Piala Eropa 2012. Dibandingkan tuan rumah Ukraina dan Swedia, kedua negara tersebut lebih difavoritkan lolos ke babak perempat final.

Namun, Inggris dan Prancis datang ke Polandia-Ukraina dengan membawa kenangan kegagalan mereka di Piala Dunia 2012. Langkah Inggris terhenti di babak 16 besar setelah dipermalukan Jerman dengan skor telak 4-1. Sementara, Prancis menjadi bahan cercaan akibat aksi mogok pemain dan akhirnya tersingkir di fase grup dengan menjadi juru kunci tanpa meraih satu pun kemenangan.

Inggris dan Prancis bukan sekadar ingin lolos fase grup. Tapi, keduanya ingin menebus kegagalan 2010 dengan menjadi juara Eropa 2012.

Timnas Prancis, sejak ditangani oleh pelatih Laurent Blanc, menjadi salah satu tim yang memimpin klasemen hingga akhir kualifikasi Piala Eropa 2012. Mereka tak terkalahkan sepanjang 20 bulan terakhir.

Sementara, Inggris masih menghadapi berbagai masalah jelang perhelatan Piala Eropa 2012 pada Juni mendatang. Namun, kehadiran pelatih Roy Hodgson mampu menstabilkan timnas Inggris termasuk polemik kasus rasis John Terry.

Ketika Inggris dan Prancis berusaha membayar kegagalan 2010, maka tuan rumah Ukraina dan Swedia tidak bisa dianggap remeh. Persiapan timnas Ukraina, salah satu yang menempati peringkat paling rendah, terganggu oleh masalah instabilitas politik dalam negeri. Laga perdana lawan Swedia bakal sangat vital sebelum Ukraina menghadapi Prancis dan Inggris.

Swedia lolos ke putaran final Piala Eropa 2012 dengan menjadi runner up terbaik dari Sembilan grup. Karena itu, mereka bisa saja lolos ke babak perempat final dengan menjadi juara Grup D. Itu dengan catatan bahwa Inggris dan Prancis gagal menebus dosa mereka di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.

Redaktur : Didi Purwadi
Sumber : www.goal.com
3.506 reads
FOTO SEBELUMNYA
FOTO TERPOPULER
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda