Thursday, 27 Ramadhan 1435 / 24 July 2014
find us on : 
  Login |  Register

Spanyol, Tim Terbaik dalam Sejarah Sepak Bola

Monday, 02 July 2012, 07:50 WIB
Komentar : 3
AP
Spanyol Juara Eropa 2012
Spanyol Juara Eropa 2012

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV - Spanyol mempertegas status mereka sebagai tim terbaik dalam sejarah sepak bola setelah menghancurkan Italia 4-0 di pertandingan final Piala Eropa 2012 di Kiev, Ukraina, Senin dinihari WIB.

Tim asuhan pelatih Vicente de Bosque itu mengukir sejarah sebagai negara pertama yang mampu mempertahankan gelar juara, dan juga tim nasional pertama yang mampu meraih tiga gelar juara di turnamen besar secara beruntun setelah Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010.

Sempat dianggap telah kehilangan kemampuan untuk menampilkan pertandingan yang menarik, Spanyol diluar dugaan berhasil memperlihatkan permainan menyerang. Hasil yang telah diperlihatkan oleh tim yang rata-rata berada dalam usia emas tersebut diluar banyak perkiraan pengamat.

Andres Iniesta dan Xavi merupakan artitek dibalik sukses tersebut karena mereka memberikan peran penting atas terjadinya gol David Silva, Jordi Alba, dan juga Fernando Torres.

Torres, yang memberikan umpan matang kepada Juan Mata untuk mencetak gol keempat, merupakan penentu kemenangan Spanyol saat mengalahkan Jerman di final Piala Eropa 2008. 

Prestasi tersebut menjadikan pemain Chelsea itu sebagai pemain pertama yang mampu mencetak gol di dua final berbeda. Kemenangan dengan skor 4-0 tersebut juga menghasilkan rekor baru sebagai yang terbesar sepanjang sejarah final Piala Eropa.

Mario Balotelli, bintang Italia saat menyingkirkan Jerman 2-1 di semifinal, kali ini tidak bisa berbuat banyak karena dijaga ketat pemain belakang lawan.

Italia pada 30 menit terakhir harus bermain dengan sepuluh pemain setelah pemain pengganti ketiga Thiago Motta harus keluar lapangan akibat cedera.

"Kami berhadapan dengan tim hebat," kata pelatih Italia Cesare Prandelli memuji penampilan Spanyol. "Mereka (Spanyol) adalah juara dunia. Tentu saja, ketika Anda bermain dengan sepuluh pemain, maka selesai sudah," katanya.

Spanyol Juga Bisa Menyerang

Cesc Fabregas yang tidak diturunkan di pertandingan semifinal menghadapi Portugal, di partai puncak tersebut memainkan peran sebagai "penyerang palsu" seperti saat menghadapi Italia pada pertandingan penyisihan Grup C yang berakhir imbang 1-1 pada 10 Juni lalu.

Pelatih Prandelli juga membuat sebuah perubahan dengan menurunkan Abate untuk menggantikan Federico Balzaretti di sayap kanan setelah Balzaretti mengalami kelelahan usai menyingkirkan Jerman di semifinal.

Spanyol juga telah membuktikan bahwa mereka juga bisa menampilkan tipe permainan menyerang yang selama ini tidak terlihat pada pertandingan sebelumnya.

Hal itu dibuktikan ketika pertandingan baru berjalan sepuluh menit, Xavi yang bekerja sama dengan Fabregas hampir saja menjebol gawang Buffon.

Hanya berselang empat menit kemudian, mereka pun memecah kebuntuan ketika Iniesta memberikan umpan panjang ke Fabregas yang berhasil melewati pemain belakang Giorgio Chellini, sebelum memberi umpan tarik kepada Silva.

Dengan tenang, Silva pun mencetak gol pertama melalui sundulan kepala. Chiellini hanya bisa bermain selama 20 menit karena pemain belakang Juventus itu mengalami cedera dan digantikan oleh Balzaretti.

Xavi, pemain berusia 32 tahun, memberikan peran penting atas terjadinya gol kedua setelah memberikan umpan akurat kepada Alba yang kemudian menaklukkan kiper Buffon.

Harapan Italia untuk bangkit semakin berat ketika pada menit ke-62, Motta harus ditandu keluar lapangan karena cedera setelah sebelumnya menggantikan Riccardo Montolivo.

Akibatnya, tim asuhan Prindelli tersebut harus bermain dengan sepuluh pemain pada 30 menit terakhir karena Italia telah menggunakan tiga kali pergantian pemain.

Masuknya Torres membuat serangan Spanyol semakin tajam dan pemain tersebut memperbesar keunggulan timnya menjadi 3-0 pada menit ke-84 dan hanya berselang empat menit kemudian, rekan satu timnya di Chelsea, Juan Mata, melengkapi pesta juara bertahan.

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara
Hati-hatilah terhadap dusta. Sesungguhnya dusta membawa kepada kejahatan dan kejahatan membawa kepada neraka. Selama seorang dusta dan selalu memilih dusta dia tercatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta (pembohong)((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Buka Puasa Bersama Obama Diwarnai Seruan Boikot
WASHINGTON -- Acara buka puasa tahunan di Gedung Putih diwarnai seruan boikot, sebagai bentuk protes kebijakan pemerintahan Obama terhadap konflik di Gaza. Selengkapnya...