Jumat, 7 Muharram 1436 / 31 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Muat Kartun Balotelli, La Gazzetta Minta Maaf

Kamis, 28 Juni 2012, 06:59 WIB
Komentar : 1
telegraph.co.uk
Kartun Balotelli di harian La Gazetta dello Sport
Kartun Balotelli di harian La Gazetta dello Sport

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN--Media Italia, La Gazzetta dello Sport, mencoba mengklarifikasi keadaan atas adanya kontroversi mengenai kartun Mario Balotelli. La Gazzetta mendapatkan banyak kritikan setelah melansir kartun penyerang tim nasional Italia itu.

Setelah Italia berhasil menyingkirkan Inggris di babak perempat final, La Gazzetta menampilkan kartun Balotelli yang tengah di atas menara Big Ben. Penyerang Manchester City itu digambarkan tengah menghalau bola yang datang ke arahnya.

Ternyata kartun ini diartikan sebagai tindakan rasis karena dianggap menggambarkan Balotelli seperti binatang. Karena itu kritikan datang untuk media yang berbasis di Kota Milan itu.

"Beberapa pembaca kami telah melakukan protes terkait kartun buatan (Varino) Marini," berikut keterangan La Gazzetta, seperti dilansir ESPN Soccernet, Rabu (27/6). Sebagai pembelaan, La Gazetta mengungkapkan, karya itu bukan merupakan salah satu yang terbaik dari kartunis yang bekerja di meedianya.

La Gazzetta menyadari publikasi mereka bisa disalahartikan para pembacanya. Karena itu mereka menegaskan harus lebih berhati-hati dalam menerbitkan karyanya ke publik. Karena kartun Balotelli ternyata sudah menimbulkan kontroversi.

"Surat kabar adalah untuk pembacanya, dan jika ada pembaca yang menganggap kartun itu ofensif, kami meminta maaf," terang La Gazzetta.

Di balik permintaan maafnya, La Gazzetta tetap menegaskan tidak bertujuan untuk melakukan hal berbau pelecehan rasial. Mereka menganggap kritikan rasis sudah terlalu berlebihan. La Gazzeta mengklaim selama ini sudah ikut berjuang melawan rasisme yang terjadi di berbagai stadion.

Termasuk terkait insiden yang menyangkut Balotelli. "Kami telah mengutuk teriakan terhadap Balotelli sebagai bentuk ketidaksopanan yang tidak bisa diterima," tulisnya.

Reporter : Irfan Fitrat
Redaktur : Hafidz Muftisany
Barangsiapa mengobati sedang dia tidak dikenal sebagai ahli pengobatan maka dia bertanggung jawab((HR. Ibnu Majah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
'Satu Satu Aku Sayang Ibu,' Siswa SD di Amerika Bernyanyi dan Bermain Angklung
WASHINGTON DC -- Sekitar 200 siswa SD dari tiga negara bagian di Amerika mempergelarkan musik angklung di Washington DC. Mereka tampil dalam rangkaian...