Saturday, 8 Muharram 1436 / 01 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Collina: Gol 'Hantu' Rugikan Ukraina

Wednesday, 20 June 2012, 21:16 WIB
Komentar : 0
telegraph.co.uk
Pierluigi Collina
Pierluigi Collina

REPUBLIKA.CO.ID, WARSAWA -- Kepala Perwasitan UEFA, Pierluigi Colina, mengakui Ukraina menjadi pihak yang dirugikan menyusul tidak disahkannya gol hasil tendangan Marko Devic dalam laga penutup Grup D kontra Inggris di Donbass Arena, Donetsk, Rabu (20/6) dini hari WIB.

 
"Bola telah melewati garis.  Ukraina benar-benar tidak beruntung," kata Collina dalam temu pers seperti dilansir AFP, Rabu (20/6).  
 
Akibat tidak disahkannya gol tersebut, Ukraina gagal menyamakan kedudukan menjadi 1-1.  Sebelumnya, Ukraina tertinggal 0-1 setelah sundulan Wayne Rooney sukses menembus jala Andriy Pyatov pada menit ke 48.
 
Meskipun pada akhirnya sukses menahan imbang Inggris, hasil imbang ini belum cukup untuk mengantarkan Ukraina melangkah ke fase selanjutnya.  Seperti diketahui bersama, selain Inggris, wakil dari grup D lainnya adalah tim ayam jago, Prancis.  
 
Collina mengakui adanya human error dalam insiden tersebut.  Meski begitu, mantan wasit kenamaan asal Italia ini menyebut dua keputusan atas insiden serupa dalam laga Jerman-Portugal serta Italia-Kroasi telah diambil dengan benar.  
 
"Sayangnya yang ketiga, keputusan yang diambil salah," imbuh Collina.  
 
Reporter: Muhammad Iqbal (n c31) 

"Bola telah melewati garis. Ukraina benar-benar tidak beruntung," kata Collina dalam temu pers seperti dilansir AFP, Rabu (20/6).

Akibat tidak disahkannya gol tersebut, Ukraina gagal menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Sebelumnya, Ukraina tertinggal 0-1 setelah sundulan Wayne Rooney sukses menembus jala Andriy Pyatov pada menit ke-48.

Kekalahan itu memaksa Ukraina tersingkir di fase pertama menyusul Swedia. Sementara Inggris lolos sebagai juara grup, didampingi Prancis yang kalah 0-2 dari Swedia pada laga pamungkas.

Collina mengakui adanya human error dalam insiden tersebut. Meski begitu, mantan wasit kenamaan asal Italia ini menyebut dua keputusan atas insiden serupa dalam laga Jerman kontra Portugal serta Italia versus Kroasia telah diambil dengan benar.

"Sayangnya yang ketiga, keputusan yang diambil salah," imbuh Collina mengakhiri.

Reporter : Muhammad Iqbal
Redaktur : Karta Raharja Ucu
Buta yang paling buruk ialah buta hati.((HR. Asysyihaab))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Soal DPR Tandingan, Ketua DPD:Tunjukkan Semangat Merah Putih untuk Indonesia Hebat
JAKARTA -- Koalisi Indonesia Hebat (KIH) membentuk DPR tandingan. Kepada wartawan, Jumat (31/10) ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman turut prihatin. Ia...