Minggu, 15 Zulqaidah 1436 / 30 Agustus 2015
find us on : 
  Login |  Register

Suporter Bertindak Rasis, Kroasia Kena Denda UEFA

Rabu, 20 Juni 2012, 05:45 WIB
Komentar : 2
AP/Antonio Calanni
 Mario Mandzukic, pemain timnas Kroasia, melakukan selebrasi usai menjebol jala Italia di laga Grup C Piala Eropa 2012 di Poznan, Polandia, pada Kamis (15/6).
Mario Mandzukic, pemain timnas Kroasia, melakukan selebrasi usai menjebol jala Italia di laga Grup C Piala Eropa 2012 di Poznan, Polandia, pada Kamis (15/6).

REPUBLIKA.CO.ID, WARSAWA -- Sudah jatuh tertimpa tangga. Anggapan ini agaknya cocok dialamatkan pada Kroasia.

Setelah dipastikan tersingkir dari ajang Piala Eropa 2012, Federasi Sepak Bola Kroasia harus kembali menelan pil pahit.

UEFA menjatuhkan denda sebesar 80.000 euro akibat ulah pendukung Kroasia yang dinilai bertindak rasis dengan menyanyikan lagu-lagu bernada rasis kepada penyerang Italia, Mario Balotelli pada pertandingan Grup C Piala Eropa 2012 di Poznan, Polandia, Kamis lalu.

Jaringan The Football Against Racism in Europe (FARE) --yang kerap bekerja bersama dengan UEFA dan telah menjadi pengamat pada setiap pertandingan Piala Eropa 2012 -- mengatakan bahwa sekitar 300 sampai 500 pendukung Kroasia terlibat dalam pelecehan kepada Balotelli.

"Federasi Sepak Bola Kroasia (HNS) telah didenda 80.000 euro karena pendukung mereka menyalakan dan melemparkan kembang api, serta tindakan tidak patut (nyanyian-nynyian rasis, simbol-simbol rasis) pada pertandingan Grup C Piala Eropa 2012 melawan Italia," demikian pernyataan UEFA.

Atas sanksi ini, UEFA memberikan waktu tiga hari bagi HNS untuk mengajukan banding dengan menyertakan alasan mereka.

HNS sendiri mengakui sikap buruk sejumlah pendukungnya dan meminta UEFA membatalkan hukuman.

Redaktur : Hazliansyah
Sumber : Antara/Reuters
Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri ketika mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Waspada Stres karena Sosmed
WASHINGTON -- Orang yang terlalu sering membandingkan diri dengan orang lain, diketahui lama-lama bisa mengalami stres. Menurut psikolog, di era jejaring sosial ini,...