Sabtu, 5 Rabiul Awwal 1436 / 27 Desember 2014
find us on : 
  Login |  Register

McLaren: Inggris Belum Bisa Ikuti Gaya Bermain Spanyol

Jumat, 15 Juni 2012, 15:17 WIB
Komentar : 0
Reuters/Alessandro Bianchi
Joleon Lescott (tengah), bek timnas Inggris, melepaskan sundulan keras menjebol gawang Prancis di laga Grup D Piala Eropa 2012 di Donbass Arena, Donetsk, Ukraina, pada Senin (11/6).
Joleon Lescott (tengah), bek timnas Inggris, melepaskan sundulan keras menjebol gawang Prancis di laga Grup D Piala Eropa 2012 di Donbass Arena, Donetsk, Ukraina, pada Senin (11/6).

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Dalam laga perdana Inggris menghadapi Prancis di ajang Piala Eropa 2012 di Donbass Arena, Donetsk, Senin (11/6), tim asuhan Roy Hodgson itu hanya mencatatkan penguasaan bola sebesar 38 persen, terendah kedua setelah Italia yang berada di posisi buncit dengan presentase 37 persen. 

Sementara presentase tertinggi dibukukan oleh juara bertahan, Spanyol yang membukukan 63 persen.   

Meski begitu, mantan pelatih The Three Lions, Steve McLaren menilai, penguasaan bola bagi Steven Gerrard dan kawan-kawan bukanlah hal yang utama. Menurutnya, permainan dengan pengusaan bola yang optimal bukanlah gaya bermain The Three Lions dari tahun ke tahun. 

"Kami tidak pernah baik dalam melakukannya. Itu bukan kekuatan kami," ujarnya seperti dilansir BBC, Jum'at (15/6).

McLaren menambahkan, Inggris harus bermain dengan gayanya sendiri.  Mantan asisten pelatih MU ini meyakini, permainan yang dikembangkan oleh Inggris saat ini membuat The Three Lions sulit dikalahkan. 

"Inggris bisa memenangi turnamen ini jika menilik gaya permainan yang mereka kembangkan," imbuhnya.

McClaren pun mengkritik masyarakat negeri big ben yang menuntut Inggris bermain dengan penguasaan bola optimal.  Layaknya juara bertahan Piala Eropa, Spanyol atau tim samba Brazil. 

"Itu hal yang sulit. Dibutuhkan waktu bertahun-tahun demi mengembangkan pola permainan seperti itu," tutur mantan manajer Middlesbrough dan Nottingham Forest tersebut.


Reporter : Muhammad Iqbal
Redaktur : Hazliansyah
Sumber : BBC
Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Mengenang 10 Tahun Tragedi Tsunami di Amerika
WASHINGTON DC -- Tahun ini, adalah 10 tahun tragedi Tsunami. Besarnya tragedi ini menggugah warga Indonesia maupun masyarakat Internasional untuk mengenang kembali 10...