Jumat, 4 Sya'ban 1439 / 20 April 2018

Jumat, 4 Sya'ban 1439 / 20 April 2018

McLaren: Inggris Belum Bisa Ikuti Gaya Bermain Spanyol

Jumat 15 Juni 2012 15:17 WIB

Rep: Muhammad Iqbal / Red: Hazliansyah

Joleon Lescott (tengah), bek timnas Inggris, melepaskan sundulan keras menjebol gawang Prancis di laga Grup D Piala Eropa 2012 di Donbass Arena, Donetsk, Ukraina, pada Senin (11/6).

Joleon Lescott (tengah), bek timnas Inggris, melepaskan sundulan keras menjebol gawang Prancis di laga Grup D Piala Eropa 2012 di Donbass Arena, Donetsk, Ukraina, pada Senin (11/6).

Foto: Reuters/Alessandro Bianchi

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Dalam laga perdana Inggris menghadapi Prancis di ajang Piala Eropa 2012 di Donbass Arena, Donetsk, Senin (11/6), tim asuhan Roy Hodgson itu hanya mencatatkan penguasaan bola sebesar 38 persen, terendah kedua setelah Italia yang berada di posisi buncit dengan presentase 37 persen. 

Sementara presentase tertinggi dibukukan oleh juara bertahan, Spanyol yang membukukan 63 persen.   

Meski begitu, mantan pelatih The Three Lions, Steve McLaren menilai, penguasaan bola bagi Steven Gerrard dan kawan-kawan bukanlah hal yang utama. Menurutnya, permainan dengan pengusaan bola yang optimal bukanlah gaya bermain The Three Lions dari tahun ke tahun. 

"Kami tidak pernah baik dalam melakukannya. Itu bukan kekuatan kami," ujarnya seperti dilansir BBC, Jum'at (15/6).

McLaren menambahkan, Inggris harus bermain dengan gayanya sendiri.  Mantan asisten pelatih MU ini meyakini, permainan yang dikembangkan oleh Inggris saat ini membuat The Three Lions sulit dikalahkan. 

"Inggris bisa memenangi turnamen ini jika menilik gaya permainan yang mereka kembangkan," imbuhnya.

McClaren pun mengkritik masyarakat negeri big ben yang menuntut Inggris bermain dengan penguasaan bola optimal.  Layaknya juara bertahan Piala Eropa, Spanyol atau tim samba Brazil. 

"Itu hal yang sulit. Dibutuhkan waktu bertahun-tahun demi mengembangkan pola permainan seperti itu," tutur mantan manajer Middlesbrough dan Nottingham Forest tersebut.

Sumber : BBC
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA