Jumat, 25 Jumadil Akhir 1435 / 25 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Sang Kreator Penalti Unik

Jumat, 15 Juni 2012, 06:10 WIB
Komentar : 0
euro2012.football.co.uk
Piala Eropa 1976
Piala Eropa 1976

REPUBLIKA.CO.ID, BELGRADE -- Babak semifinal Piala Eropa 2000 harus ditentukan dengan adu penalti. Tuan rumah Belanda ketika itu harus mengakui keunggulan Italia dengan skor 1-3.

Publik tentu tidak lupa dengan penalti Francesco Totti. Dengan gaya mencungkil bola, legenda AS Roma tersebut dengan santai mampu mengecoh pergerakan kiper Edwin van der Sar.

Namun, gaya menendang bola seperti itu sudah terjadi pada babak final Piala Eropa 1976. Ketika itu, Cekoslovakia sukses merebut trofi Henri Delaunay untuk pertama kalinya setelah mengalahkan juara bertahan Jerman Barat dengan skor 5-3 lewat adu penalti.

Dalam laga di Belgrade, kemenangan Cekoslovakia ditentukan sepakan penalti pemain legendaris Antonin Panenka. Tendangannya cukup pelan dan pergerakan bola mengarah ke posisi kiper Jerman Barat. Namun, hal itulah yang membuat Sepp Maier tertipu dan tampak bodoh sehingga harus bergerak ke sisi kiri.

Alhasil, tendangan Panenka yang menchip bola pelan secara dingin mengarah ke tengah gawang. Sejak saat itu, publik mengenal istilah Panenka Penalty. Trik menendang penalti yang mengecoh kiper dengan cara menchip bola ke arah tengah gawang.

Trik menendang Panenka itu sempat dilabeli media sebagai cara nakal untuk menyingkirkan Jerman yang perkasa. Ada media menjulukinya sebagai orang lancang karena menyingkirkan Jerman Barat dengan cara tidak wajar. Salah satu wartawan Prancis menggambarkan Panenka sebagai "penyair" lapangan hijau.

Namun, Panenka tidak ambil pusing dengan berbagai kontroversi yang mengiringinya. Dia banyak berlatih teknik menendang bola dengan berbagai cara yang belum pernah diketahui pecinta bola. Kiper Bohemians, Zdenek Hruska, menjadi partner latihan resminya.

“Saya memutuskan bahwa lebih mudah untuk membuat skor dengan cara melakukan gerak tipu untuk menembak,” beber Panenka. “Kemudian hanya dengan tendangan lembut untuk menekan bola ke tengah gawang, maka kiper selalu menukik dan tidak memiliki kesempatan untuk menjangkau bola.”

Selang beberapa dasawarsa kemudian, cara menendang penalti unik tersebut banyak diikuti pemain sepakbola modern. Selain Totti, seniman lapangan hijau Zinedine Zidane, Andrea Pirlo, Robin van Persie hingga Javier Hernandez alias Chicharito mengikuti gaya Panenka.

Reporter : Erik Purnama Putra
Redaktur : Didi Purwadi
Janganlah kalian membenci ayah-ayah kalian. Barang siapa yang membenci ayahnya berarti ia kafir.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar