Friday, 27 Safar 1436 / 19 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Transformasi Trofi Henri Delaunay

Wednesday, 13 June 2012, 12:19 WIB
Komentar : 1
UEFA
Trofi henry Delaunay
Trofi henry Delaunay

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV -- Iker Cassilas menjadi kapten tim pertama yang mengangkat trofi Henri Delaunay versi baru saat Spanyol menjuarai Piala Eropa 2008 di Austria dan Swiss. Empat tahun lalu, Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) merasa versi asli lambang supremasi sepakbola benua biru itu sudah terlalu kekecilan.

Terbuat dari perak sterling, versi terbaru trofi itu 18 centimeter lebih tinggi dan dua kilogram lebih berat dari versi aslinya. Perubahan ukuran dan kualitas trofi itu dimaksudkan untuk lebih merefleksikan gengsi dan skala turnamen terakbar Eropa itu sebagai event olahraga terbesar di dunia.

Trofi Piala Eropa didesain oleh Arthus Bertrand pada tahun 1960 silam. Pertama kali diberi nama Henri Delaunay sebagai penghormatan terhadap sekertaris jenderal pertama UEFA itu. Henri adalah penggagas pertama diadakannya turnamen antarnegara Eropa dengan mendirikan UEFA pada 15 Juni 1954.

Tanggung jawab pembuatan versi asli trofi Piala Eropa diserahkan kepada Pierre Delaunay, anak dari Henri. Henri Delaunay sendiri meninggal dunia pada tahun 1955 sebelum turnamen yang digagasnya terwujud. 

Untuk menghormati jasanya, UEFA akan terus mempertahankan desain asli trofi Henri Delaunay segabai lambang supremasi sepakbola Eropa.

Reporter : Adi Wicaksono
Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : UEFA
(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.(QS:Al Baqarah 197)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gerakan Kelompok Ekstrimis, Din: Lawan dengan Ideologi
JAKARTA -- Menghadapi kelompok ekstrimis tak cukup dengan saling mengecam. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsudin menjelaskan harus ada tanding ideologi. Ia...