Thursday, 29 Zulhijjah 1435 / 23 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Mukjizat untuk Negeri Para Dewa

Sunday, 03 June 2012, 08:40 WIB
Komentar : 0
www.uefa.com
 Theodoros Zagorakis mengangkat trofi Henri Delaunay setelah Yunani mengalahkan Portugal 1-0 di partai final Piala Eropa 2004.
Theodoros Zagorakis mengangkat trofi Henri Delaunay setelah Yunani mengalahkan Portugal 1-0 di partai final Piala Eropa 2004.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Negeri Para Dewa, julukan bagi Yunani, seakan mendapat mukjizat saat timnas mereka berlaga di Piala Eropa 2004 Portugal. Yunani yang sama sekali tidak diunggulkan itu secara menghentakan berhasil keluar sebagai juara Eropa.

‘’Negeri Para Dewa ini berhasil membuat kejutan besar dengan mengalahkan 1-0 tuan rumah Portugal yang berlimpah pemain papan atas,’’ tulis uefa.

Yunani tak diperhitungkan dalam pembicaraan tim-tim favorit juara Piala Eropa 2004. Namun, skuat asuhan Otto Rehhagel ini berhasil membuat hentakan sejak awal turnamen.

Dalam babak kualifikasi, Yunani hanya kalah dalam dua laga perdana mereka. Namun setelah dua kekalahan itu, mereka selalu menang dalam enam pertandingan selanjutnya. Bahkan, Yunani tak mengizinkan satu gol pun masuk ke gawang mereka.

Rehhagel berhasil memoles pemain Yunani bermain disiplin sehingga membuat tim lawan frustasi. Kesolidan lini pertahanan Yunani kembali terbukti di putaran final Piala Eropa 2004. Dalam pertandingan pembuka, Yunani berhasil memaksa tuan rumah Portugal bertekuk lutut 2-1.

Pada 4 Juli 2004, Yunani kembali bertemu tuan rumah Portugal. Keduanya kali ini bertemu di laga penutup alias partai final. Untuk kesekian kalinya, gempuran tuan rumah Portugal tidak mampu membongkar rapatnya barisan pertahanan Yunani.

Mukjizat untuk Negeri Para Dewa pun berakhir sempurna dengan keluarnya Yunani sebagai juara Eropa 2004. Mereka secara tak terduga mengalahkan tuan rumah 1-0.

Redaktur : Didi Purwadi
Sumber : Antara/UEFA
Malu adalah bagian dari iman.(HR. Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Kemarau Panjang Akibatkan Turunnya Pasokan Air Jakarta, Ini Solusinya
JAKARTA -- Musim kemarau panjang di indonesia memiliki dampak terhadap penurunan debit air baku. Kepala Divisi Komunikasi dan Pertanggung Jawaban Sosial PT PAM...