Mari Belajar dari Piala Dunia
Kamis , 12 June 2014, 06:30 WIB
Republika/Agung Supriyanto
Indra Sjafri

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Indra Sjafri/Head Coach Tim Nasional U-19

Sesaat lagi piala dunia kembali hadir di depan mata. Perhelatan pesta olahraga terbesar di dunia ini menjadi salah satu ukuran terhadap perkembangan sepakbola dunia. Tren sepakbola mutakhir bisa kita saksikan di depan mata. Para pelatih top dunia pastilah berlomba-lomba untuk menampilkan permainan yang terbaik untuk bisa berprestasi. Beberapa tim besar, semacam Jerman, Belanda, Brasil, Argentina, Inggris atau Spanyol tentu saja akan bekerja dengan keras untuk bisa kembali merebut mahkota juara.

Tim-tim lain pasti juga tidak akan puas dengan menjadi tim pelengkap peserta Piala Dunia kali ini. Mereka tentu sudah menyiapkan taktik dan strategi dalam persiapan mereka menjelang turnamen ini. Bagi para penonton, mungkin lebih banyak melihat hasil akhir apa yang mereka tampilkan di lapangan. Tapi bagi para pelatih dan para pelaku langsung sepakbola, yang lebih menarik sebenarnya adalah fase persiapan yang mereka lakukan. Menarik karena memang dari situlah warna sebuah tim bisa diciptakan.

Persiapan menjadi inti dari sebuah tim menjelang pertandingan. Hasil akhir bisa dikatakan merupakan akibat langsung dari proses persiapan. Dinamika persiapan menuju PIala Dunia sungguh menarik untuk dicermati. Di dalam proses tersebut, para pelatih harus bekerja dengan sangat keras mempersiapkan segala sesuatu yang menjadi pendukung timnya untuk berprestasi.

Salah satu hal terpenting dari persiapan adalah pemilihan pemain. Bagi para pelatih tim-tim raksasa, hal ini tentu saja lebih mudah meskipun tidak juga sederhana. Stok pemain yang berlimpah serta kualitas yang merata memberikan kesempatan bagi para pelatih untuk memilih para pemain yang sesuai dengan fisolofi dan taktik yang mereka inginkan. Mempunyai banyak pilihan juga sering memunculkan pro dan kontra di kalangan umum. Ada pemain-pemain yang dianggap secara umum berkualitas, tapi tidak dimasukkan ke dalam skuad-nya. Kondisi tersebut muncul karena masing-masing pelatih sebenarnya mempunyai gagasan, ide dan imajinasi tertentu tentang permainan yang akan mereka tunjukkan.

Gagasan besar inilah yang mendasari seorang pelatih dalam memilih para pemainnya. Kecocokan pemain dengan gagasan para pelatih itulah yang membuat seorang pemain yang berkualitas masuk atau tidak dalam skuatnya. Pemilihan ini biasanya didasari pada data-data detil tentang diri pemain. Statistik penampilan, kecenderungan karakter bermain, atribut fisik atau mental akan menjadi pertimbangan. Oleh karena itulah seorang pelatih top dunia biasanya didukung oleh staf yang memang ahli dalam bidangnya masing-masing yang jumlahnya bisa puluhan.

Fase berikutnya adalah mempersiapkan para pemain tersebut agar sesuai dengan karakter yang ingin ditunjukkan dalam permainan. Proses latihan yang sistematis, terstruktur serta berdasar atas metode mutakhir menjadi prasyarat mutlak agar waktu persiapan yang relatif pendek bisa maksimal. Rata-rata seorang pelatih top dunia hanya mempunyai kurang dari 2 bulan untuk membentuk timnya. Hal ini karena mereka harus menunggu para pemainnya libur dari membela klubnya masing-masing. Waktu yang pendek tersebut harus benar-benar efektif dimanfaatkan agar timnya bisa benar-benar sempurna dalam bermain.

Periodisasi-periodisasi yang spesifik disiapkan. Tidak hanya periodisasi persiapan fisik dan periodisasi persiapan taktikal akan menjadi penentu. Pekerjaan selama setahun lebih akan ditentukan dalam waktu kurang dari 2 bulan menjelang pertandingan. Tentu saja tekanan yang sangat besar mengiringi pekerjaan para pelatih top dunia tersebut.

Hal penting lain yang dilakukan tentu saja memahami karakter tim-tim yang akan menjadi lawan dalam turnamen empat tahunan tersebut. Pemahaman atas permainan calon lawan menjadi elemen penting karena akan menentukan permainan yang harus ditampilkan. Tujuan utama dari keikutsertaaan dalam piala dunia tentu saja adalah kemenangan. Pemahaman terhadap tim lawan akan memberikan peluang yang lebih besar untuk bisa memanfaatkan kelemahan dari tim lawan tersebut.

Kemenangan adalah harga mutlak untuk sebuah pertandingan agar bisa mencapai prestasi tertinggi. Inilah gambaran dari proses pembangunan sepakbola nasional mereka. Prestasi dalam Piala Dunia adalah sebuah akibat dari proses pembinaan sepakbola yang benar secara nasional. Pekerjaan puluhan tahun akan tampak dalam beberapa pertandingan yang mereka ikuti. Hampir bisa dipastikan, tim yang akan berprestasi tertinggi dalam Piala Dunia adalah tim yang didukung oleh proses pembinaan nasional yang terbaik. 

Itulah kurang lebih esensi dari Piala Dunia. Kami di Tim Nasional U-19 akan berusaha untuk mengambil esensi dari turnamen Akbar yang kali ini di gelar di negeri Samba tersebut. Piala Dunia bagi kami tidak sekedar sebagai hiburan, tapi lebih menjadi sarana belajar. Kami berusaha untuk mencontoh apa yang dilakukan untuk berprestasi puncak. Proses latihan, pemilihan pemain, pembentukan tim hingga proses-proses detil coba kami terapkan di tim nasional U-19. Kami juga berusaha untuk membangun mimpi agar mampu terlibat dalam perhelatan piala dunia. Tentu saja, untuk sekarang Piala Dunia U-20 menjadi sasaran terbesar kami. Jadi, marilah kita belajar bersama dari Piala Dunia 2014. 


Redaktur : Fernan Rahadi
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
RIO DE JANEIRO -- Entressafra adalah kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi sepak bola Brasil saat ini. Kata dalam bahasa Portugis itu berarti musim kering dan sejalan dengan minimnya persediaan pemain berkualitas untuk mengenakan seragam Selecao. Jika tak ingin...
ROMA - Paus emeritus Benediktus XVI menyambut baik kegembiraan Jerman yang berhasil menjadi juara Piala Dunia 2014. Namun paus tak lupa juga untuk memberikan semangat kepada Argentina agar kembali bersemangat.Sekretaris Paus emeritus Benediktus XVI, Uskup Georg Gaenswein, mengatakan...
RIO DE JANEIRO -- Harus diakui, tidak semua pria cocok memakai kumis. Kumis bisa membuat tampilan wajah terlihat berantakan, namun bisa juga menyulap penampilan jadi lebih kharismatik. Tidak heran banyak pria, termasuk pesepak bola tampil gaya dengan kumis. Berikut...
RIO DE JANEIRO -- Final Piala Dunia 2014 menjadi acara yang paling populer di sosial media. Dikutip dari Dailymail, Selasa (15/7) berikut gambaran betapa ramainya aktivitas sosial media saat pertandingan final antara Jerman dan Argentina.1. Kemenangan Jerman 1-0...
RIO DE JANEIRO -- Piala Dunia 2014 yang berlangsung selama satu bulan di Brasil kini telah berakhir. Timnas Jerman berhasil keluar sebagai kampiun setelah mengalahkan Argentina 1-0 di Stadion Maracana, Senin (14/7) dini hari WIB. Sebelum menggelar pertandingan final...
RIO DE JANEIRO -- Masyarakat Brasil merayakan kekalahan Argentina atas Jerman di final Piala Dunia 2014, Minggu, dengan berdansa dan menyalakan kembang api. Mereka merasa lega seteru abadinya gagal menang di tanah air mereka Brasil. Di Brasilia dan Sao...