Jumat , 03 November 2017, 18:23 WIB

Bagaimana Peran Ilmuwan Sosial Wujudkan SDGs ?

Rep: mg 02/ Red: Hiru Muhammad
dok UMJ
Kegiatan International Conference on Social Sciences (ICSS) iyang digelar 1 hingga 2 November
Kegiatan International Conference on Social Sciences (ICSS) iyang digelar 1 hingga 2 November

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Akademisi dalam bidang sosial memiliki peran dalam mendorong pencapaian pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Hal itu dikatakan Prof. Mohan J Dutta saat menjadi pembicara di  International Conference on Social Sciences (ICSS)  di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).

Kepala Departemen Komunikasi dan Media Baru di National University of Singapore (NUS) ini mengatakan, permasalahan yang terdapat pada masyarakat terjadi karena ketidakmampuan mereka untuk beradaptasi dengan perubahan yang harus dihadapi di era global, sehingga memerlukan solusi yang tepat untuk menurunkan margin kemiskinan. Akademisi juga memiliki peran penting dalam hal ini.

“Teknologi tidak sepenuhnya dapat menggantikan peran penting manusia dalam menyampaikan pembangungan yang berkelanjutan.  Kitalah yang harus lebih banyak berperan, melalui literasi media yang baik, tidak semata hanya mengunggah foto atau membagikan lagu di media sosial," katanya.

International Conference on Social Sciences (ICSS) iyang digelar Rabu (1/11) ini mengangkat tema Toward Community, Environmental and Sustainable dan diselenggarakan selama dua hari pada 1-2 November. Konferensi internasional yang baru pertama kali digelar di fakultas tertua FISIP di Universitas Muhammadiyah Jakarta dan PTM (Perguruan Tinggi Muhammadiyah) ini menghadirkan ilmuwan dari berbagai negara di wilayah ASEAN.

Prof. Zulkarnain A. Hatta, Dekan di Fakultas Sosial, Seni dan Humaniora Lincoln University College Malaysia mengatakan,  ilmu sosial dapat diimplementasikan dalam mewujudkan SDGs terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Yaitu dengan menjadikan ilmu sosial sebagai alat untuk mengkaji masalah sosial agar dapat membuat solusi yang relevan dengan kondisi yang sedang dihadapi.

Jumlah penduduk yang hampir 300 juta jiwa, Indonesia bisa mengedepankan para ilmuwan  bidang sosial dengan model yang dikembangkan sendiri untuk implementasi SDGs. "Kita selalu menggunakan model barat selama ini.” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Dekan FISIP UMJ, Dr. Endang sulastri menilai, untuk tercapainaya SDGs di Indonesia, perlu terlebih dahulu memahami masalah politik. Menurutnya, SDGs tidak akan tercapai jika Indonesia masih terjebak masalah klasik seperti korupsi, nepotisme, dan lain-lainnya.

Namun, Endang mengatakan, masyarakat Indonesia tetap harus optimistis dan berusaha maksimal agar dapat mewujudkan SDGs di masa yang akan datang. “Kita harus mampu membangun demokrasi yang ideal terlebih dahulu, agar nantinya dapat berpartisipasi dalam perwujudan SDGs.” katanya.