Rabu , 14 December 2016, 07:05 WIB

Fakultas Kedokteran UMJ akan Beri Beasiswa untuk Anak TKI Hafiz

Red: Dwi Murdaningsih
umj
Rektor UMJ Syaiful Bakhri didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik, A. Kahar Maranjaya dan Dekan FKK saat berkunjung ke Sabah pada 7-9 Desember 2016.
Rektor UMJ Syaiful Bakhri didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik, A. Kahar Maranjaya dan Dekan FKK saat berkunjung ke Sabah pada 7-9 Desember 2016.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta (FKK UMJ) memberikan beasiswa penuh kepada anak-anak TKI yang berada di Sabah, Malaysia yang hafal Alquran 30 juz. Hal itu disampaikan oleh Rektor UMJ Syaiful Bakhri didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik, A. Kahar Maranjaya dan Dekan FKK saat berkunjung ke Sabah pada 7-9 Desember 2016.

KJRI Kota Kinabalu telah memfasilitasi kunjungan ini dengan mempertemukannya dengan Vice Counsellor Universitas Malaysia Sabah (UMS) Datuk Mohd Harun Abdullah. Kedua pihak telah membahas rencana kerjasama akademik antara UMJ dengan UMS, terutama dalam bidang publikasi ilmiah. Kedua pihak juga sepakat di masa yang akan datang akan membuat program pertukaran kunjungan dari pengajar/ dosen dan mahasiswa pada fakultas yang disepakati.

Selepas kunjungan ke UMS, rombongan UMJ didampingi oleh Konjen RI Kota Kinabalu dan staf telah melakukan kunjungan ke Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK). Pada kesempatan ini, Rektor UMJ telah menandatangani Dokumen Saling Berkeinginan (Letter of Intent/LoI) dengan Kepala SIKK, Istiqlal Makrip. Selepas penandatanganan itulah, Rektor UMJ mengatakan bahwa Universitasnya akan memberikan beasiswa penuh kepada anak TKI di Sabah untuk kuliah di FKK UMJ apabila anak tersebut hafal Alquran.

Selain itu, UMJ juga akan memberikan beasiswa kepada anak TKI pada Fakultas Agama Islam (FAI). “Anak TKI boleh dari mana saja di Sabah, asalkan memenuhi syarat itu, sebagai hafiz Quran maka akan kami terima sebagai mahasiswa dengan biaya nol," kata Syaiful Bakhri.

Sementara itu, Konjen RI KK, Akhmad DH. Irfan yang mendampingi kunjungan Rektor UMJ menyatakan sangat senang dengan tawaran itu. Dirinya dan Kepala Sekolah SIKK akan berupaya agar tawaran itu dapat dimanfaatkan oleh anak-anak TKI di Sabah.

Diakuinya, saat ini memang belum ada yang memenuhi syarat yang ditawarkan Rektor UMJ, tetapi secara bertahap anak-anak akan diberi motivasi sehingga dapat memulai kegiatan secara bertahap sebagai upaya untuk meraih tawaran itu. "Tawaran itu memang diidamkan oleh anak-anak TKI karena selepas diterima dan lulus dari FKK maupun FAI UMJ, maka mereka dapat kembali ke Sabah dan memberikan pengabdian sesuai dengan ilmu yang didapatnya,” ujarnya.

Di Sabah terdapat WNI berjumlah sekitar 500 ribu yang sebagian adalah keluarga yang memiliki anak dengan jumlah total sekitar 50 ribu. Pemerintah RI CQ Kemdikbud dan Kemlu melalui Konsulat Jenderal RI Kota Kinabalu dan Konsulat RI Tawau telah membangun SIKK sebagai sekolah induk dan CLC sebanyak 219 buah. Total pelayanan yang diberikan telah dimanfaatkan oleh anak-anak berjumlah 24 ribuan anak. Sebagian lagi bersekolah dengan program paket A, B dan C.