Senin , 12 December 2016, 06:03 WIB

Kampus Unismuh Berlatih Konsep Design Thinking di Singapura

Red: Dwi Murdaningsih
unismuh
Peserta LeX dari Unismuh.
Peserta LeX dari Unismuh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kantor Urusan Internasional (KUI) Universitas Muhammadiyah Makassar baru-baru ini telah selesai mengikuti program LeX (Learning Express) dan Facilitator Skills Training bertempat di kampus Polytechnic Singapore selama 6 hari. Pelatiahn berlangsung sejak 5 hingga 10 Desember. KUI Unismuh memberikan kepercayaan kepada Ismail Sangkala, Wildhan Burhanuddin, Abdul Rajab dan Muhammad Zia ul Haq selaku dosen yang mewakili Unismuh dalam mengikuti program Lex dan Facilitator Skills Training di Singapura.

LeX merupakan program utama yang ditujukan untuk memberikan konsep DT (Design Thinking) yang nantinya akan diterapkan langsung di kampus Unismuh Makassar berkolaborasi dengan fasilitator atau dosen bersama-sama dengan mahasiswa dari Polytechnic Singapore. Setelah menyelesaikan training di Singapore, Program LeX dan Design Thinking selanjutnya direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Maret 2017.

Kabupaten Bantaeng digadang-gadang akan menjadi lokasi utama selama program berlangsung. Sebelumnya KUI Unismuh telah sukses bekerjasama dengan Pemda Kabupaten Bantaeng saat melaksanakan International Summer Program (ISP) 2016 pada bulan Oktober lalu sehingga Butta Toa kembali dipilih sebagai kabupaten yang akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Program LeX and Design Thinking.

Sebelum LeX and Design Thinking dilaksanakan pada bulan Maret 2017 nanti, pihak KUI Unismuh melalui fasilitator akan menyalurkan ilmu yang telah didapatkan selama mengikuti pelatihan di Singapore Polytechnic dengan memberikan pembekalan atau training kepada mahasiswa Unismuh yang akan bergabung dalam program tersebut. Open recruitment bagi mahasiswa Unismuh dijadwalkan mulai terbuka pada awal Januari 2017 dengan merekrut mahasiswa dari berbagai program studi dengan persayaratan mampu berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dengan baik.

Target jumlah mahasiswa yang tersaring nantinya diharapkan mampu memenuhi jumlah kuota peserta sebanyak 25 orang khusus untuk kuota mahasiswa Unismuh sendiri. Secara garis besar LeX merupakan program dengan tujuan utama berlandaskan pengabdian pada masyarakat di level internasional.