Kamis , 08 December 2016, 16:07 WIB

KJRI Kinabalu Ajak Investor Jajaki Bisnis di Indonesia

Red: Dwi Murdaningsih
istimewa
 KJRI Kota Kinabalu mengadakan ‘Seminar dan Konsultasi” mengenai peluang investasi di Indonesia, Kamis (8/12).
KJRI Kota Kinabalu mengadakan ‘Seminar dan Konsultasi” mengenai peluang investasi di Indonesia, Kamis (8/12).

REPUBLIKA.CO.ID, KINABALU – KJRI Kota Kinabalu mengajak investor potensial di Sabah agar lebih memahami mengenai investasi di Indonesia. KJRI Kota Kinabalu mengadakan ‘Seminar dan Konsultasi” mengenai peluang investasi di Indonesia, Kamis (8/12).

Konsul Jenderal RI untuk Negeri Sabah dan Wilayah Labuan-Malaysia, Akhmad DH. Irfan membuka seminar secara resmi yang dihadiri oleh 50 perwakilan Organisasi Perdagangan dan Perindustrian dari berbagai kelompok masyarakat Sabah seperti: Bumiputera, Melayu, China, dan India serta wakil dari BIMP-EAGA Business Council, Sabah Federation Industry, dan University Malaysia Sabah.

Seminar telah menghadirkan narasumber Dwi Tjahyanto Suharso selaku Konsultan Pakar Investasi Indonesia dan Helen Stephani selaku Pengusaha dan Alumni PPEI. Kedua narasumber secara bergantian membahas mengenai peluang investasi dan regulasi di Indonesia mengenai ketenagakerjaan, lingkungan, dan berbagai tips berinvestasi di Indonesia.

Indonesia kini memiliki Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) untuk memudahkan proses penanaman modal bagi investor, dan juga menawarkan sejumlah insentif bagi investor yang memenuhi kriteria yang ada. Ditambahkan juga bahwa Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, sangat berpotensi bagi industri halal khususnya untuk konsumsi domestik.

Fungsi Ekonomi KJRI Kota Kinabalu Hendro Retno Wulan, selaku Kordinator acara mengatakan kegiatan ini merupakan acara yang bertujuan untuk menarik para investor potensial di Sabah agar lebih memahami mengenai investasi di Indonesia. “Bagaimana berinvestasi apa yang diperlukan untuk berinvestasi dalam meningkatkan ekonomi perdagangan dan kegiatan produksi kedua belah pihak Indonesia dan Sabah,” kata dia.

Connie Chong, seorang pengusaha Sabah bidang makanan dan jasa perjalanan yang hadir dalam seminar mengatakan bahwa dirinya tertarik menghadiri seminar karena Indonesia mempunyai beraneka ragam produksi makanan yang terus berkembang dan memiliki banyak tempat yang bagus untuk berwisata. Oleh sebab itu dirinya berminat mencari peluang investasi di Indonesia atau paling tidak membuka kerjasama dengan pengusaha Indonesia di bidang yang sama dengannya.