Selasa , 02 June 2015, 00:02 WIB

Bentrokan Dekat Kashmir Tewaskan Tiga Orang Bersenjata

Red: Indira Rezkisari
AP
Tentara India melakukan patroli ketat di jalan-jalan di ibukota Kashmir, Srinagar, India.
Tentara India melakukan patroli ketat di jalan-jalan di ibukota Kashmir, Srinagar, India.

REPUBLIKA.CO.ID, SRINAGAR -- Tentara India membunuh tiga orang bersenjata dalam bentrok senjata di dekat Kashmir selama sekitar 24 jam, menggagalkan rencana serangan ke pangkalan militer di dekat perbatasan dengan Pakistan, kata pihak berwajib, Senin (1/6).

Tembak menembak mulai terjadi pada Ahad pagi (31/5) setelah sekelompok orang bersenjata menyeberangi perbatasan yang dijaga dengan persenjataan ketat, di tempat yang memisahkan India dan Pakistan, dan berakhir pada Senin, juru bicara tentara mengatakan.

Pasukan India melakukan pencarian terhadap milisi di dekat kota Tangdhar sekitar 140 km barat laut dari Srinagar, kata juru bicara militer, NN Joshi. "Kami membenarkan ada tiga orang milisi yang terbunuh dalam perang senjata itu," kata Joshi.

"Seorang warga sipil, pria tua juga tertembak mati dalam baku tembak tersebut," kata pejabat militer lainnya, Kolonel Brijesh Pandey. Seorang pejabat tinggi di kepolisian yang tidak bersedia disebut namanya mengatakan bahwa kelompok orang bersenjata itu berniat menyerang markas besar brigade tentara kemudian melarikan diri ke desa terdekat.

Kashmir terbagi dua menjadi wilayah India dan Pakistan sejak kedua negara meraih kemerdekaan dari Inggris pada 1947. Keduanya mengakui wilayah Himalaya itu seluruhnya.

Sejak 1989, sejumlah kelompok militan memerangi ratusan ribu pasukan India yang dikirim untuk menguasai wilayah tersebut oleh New Delhi untuk memerdekakan wilayah itu atau bergabung dengan Pakistan. Pertempuran itu menewaskan ribuan orang yang kebanyakan adalah warga sipil.

India biasanya menyalahkan Pakistan dengan dituduh melatih dan mempersenjatai kelompok militan dan mengirim mereka ke garis perbatasan, yang dikenal dengan sebutan Garis Kendali untuk bertempur. Islamabad membantah tuduhan-tuduhan itu dan mengatakan hanya memberi dukungan moral dan politik terhadap perjuangan Kashmir untuk menentukan nasib sendiri.

Menurut pejabat India, dalam kejadian terpisah di Kashmir pada Senin seorang penjaga perbatasan India terluka akibat tembakan dari seberang perbatasan Kathua dan pasukan Pakistan melanggar perjanjian gencatan senjata 2003 dengan menembakkan peluru dari senjata kecil dari perbatasan, meskipun tidak ada laporan korban jiwa.

Sumber : Antara