Tujuh Santri Raih Medali Olimpiade Matematika Internasional

Selasa, 08 November 2011, 19:31 WIB
Antara/Arief Priyono
Tujuh Santri Raih Medali Olimpiade Matematika Internasional
Santri di pesantren, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Tujuh santri dari Pesantren Bustanul Ulum, Pamekasan Madura, menyabet medali perunggu Olimpiade Matematika Internasional yang digelar terpisah, di Beijing dan India belum lama ini.

Mereka berasal dari tingkat pendidikan madrasah tsanawiyah dan tingkat Aliyah, yakni empat berasal dari madrasah tsanawiyah dan dua dari madrasah Aliyah. Satu medali perunggu juga diperoleh tim matematika Aliyah.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama PBNU, Arvin Hakim Thoha, Selasa (11/8), mengatakan prestasi yang diraih santri tersebut membuktikan bahwa pendidikan pesantren saat ini bisa bersaing dengan sekolah umum.

Pendidikan pesantren saat ini tidak melulu belajar membaca kitab kuning dan pengetahuan agama dan hanya menelurkan kyai, tetapi juga banyak yang juga terjun ke dunia umum lainnya. “Mereka juga belajar ilmu-ilmu lainnya dan memiliki prestasi yang tidak kalah dengan sekolah umum,” katanya.

Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama, Mohammad Ali, mengapresiasi keberhasilan tersebut. Selain menjanjikan perbaikan fasilitas pendidikan di pesantren, ia juga menjanjikan memberikan tiket khusus kepada santri peraih medali untuk memilih perguruan tinggi kelak, tanpa harus mengikuti tes masuk PTN.

Ketua pembina lomba dari Erick Institut, Ahmad Zainal, mengatakan dalam ajang olimpiade tersebut para santri harus bersaing dengan peserta dari banyak Negara, termasuk Amerika serikat, Cina, Korea Selatan dan Malaysia. Latar belakang para santri itu bukanlah dari kaum berada. Seleksi serta pembinaannya pun tidak membutuhkan waktu khusus. Setelah diseleksi dari sekolah masing-masing, mereka lalu dibina setiap minggu sambil diseleksi kembali.

Ia mengatakan, siswa yang dinilai memiliki kelebihan diwajibkan memasuki pendidikan khusus atau karantina selama dua bulan sebelum diberangkatkan.  “Jadi santri yang ikut bukan dari kalangan masyarakat mampu yang didukung oleh gizi baik serta fasilitas cukup. Mereka dari kalangan masyarakat kebanyakan dengan ekonomi terbatas,” ujarnya.

Redaktur: Johar Arif
Reporter: Nashih Nashrullah
Dari 'Aisyah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Ada lima binatang yang semuanya jahat, yang boleh dibunuh baik di tanah halal maupun haram, yaitu: kalajengking, burung elang, burung gagak, tikus dan anjing galak." Muttafaq Alaihi.(HR Muslim)
Aep Kasaepudin, Rabu, 8 Pebruari 2012, 14:49

Insya Allah bisa mengispriasi santri lain yang tidak hanya belajar ilmu agama tapi ilmu pengetahuan lainnya juga...pesantren ayo...

Balas
Firdausi, Selasa, 17 Januari 2012, 17:14

ucapan selamat perlu diberikan terhadap santri yang telah berprestasi, teruslah berjuang memberikan pencerahan seoga semakin banyak santri-santri lain di pesantren mengikuti jejak anda, tidak hanya matematika tetapi juga bidang lain seperti fisika, kimia, biologi, dan bidang lain

Balas
fatkhur, Senin, 9 Januari 2012, 13:06

alhamdulillah, berjuanglanh terus para santri. tunjukkan kepada dunia bahwa islam tidak terbelakag.

tunjukkan pada dunia indahnya islam.

untuk Kementrian agama agar bisa mengoptimalkan semua pesantren - pesantren yang ada di indonesia.

Balas
tomi, Kamis, 15 Desember 2011, 08:28

Alhmdllh pesntren juga bisa m'buat prestasi d'inernasional.maju lah trus m'mjukn bngsa indonesia..jadilah orang cerdas jgn pintar ja

Balas
Agung Cipanengah, Jumat, 2 Desember 2011, 06:19

Keren, semoga pendidikan Indonesia terus maju. Ayo semua guru yang ada di Indonesia tingkatkan terus profesionalisme nya.

Balas
Isi Komentar

Nama
Email
silahkan mengisi kode keamanan
Komentar
REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL - Di Tegal terdapat ketupat dengan kuah santan yang kental dan terasa pedas di lidah, yang...