Saturday, 5 Sya'ban 1439 / 21 April 2018

Saturday, 5 Sya'ban 1439 / 21 April 2018

Ini Penjelasan dari Penulis Buku Balita Bermaterikan LGBT

Rabu 03 January 2018 16:42 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Andri Saubani

Ilustrasi Komunitas LGBT

Ilustrasi Komunitas LGBT

Foto: EPA/DAI Kurokawa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Penulis buku berjudul Balita Langsung Lancar Membaca dengan metode bermain sambil belajar (BSB) Intan Noviana meminta maaf kepada seluruh masyarakat atas kekeliruannya dalam penulisan kalimat yang diklaim mengandung unsur lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT). Intan menghubungi Komisi perlindungan anak Indonesia (KPAI) pada Selasa (2/1) untuk menyatakan diri datang pada siang ini Rabu (3/1).

Setelah pertemuannya dengan KPAI, Intan menyatakan kepada media dengan mengakui buku yang diduga mengandung konten LGBT ditulisnya bersama Purnama Andri. Namun, ia menuturkan terkait semua ide penulisan menjadi tanggung jawabnya.

"Kalimat Widia bisa menikahi Vivi yang ada dibenak saya adalah Widyatmoko, karena belum sampai pada pelajaran dengan suku kata moko jadi disingkat," katanya di Kantot KPAI, Rabu (3/1). Di dalam benak ibu asal Yogyakarta itu tidak berpikiran untuk pernikahan sejenis. Tidak ada motif apapun dalam penulisannya itu. Pengakuannya ia hanya kehabisan kata dan keliru.

Sementara pada penulisan waria, ia menekankan pasa suku kata wa-nya. "Mengapa waria, saya mengambil dari asal saya di Yogyakarta. Saat itu banyak waria yang mengambil secara paksa barang-barang masyarakat, dari situ saya mengambilnya," ujarnya.

Intan mengakui telah menulis banyak buku pada masa itu, sehingga menghindari kata sama di setiap halaman buku. Buku tersebut diterbitkan pada 2011 setelah buku pertamanya sukses dengan mencapai cetakan ke tujuh. Dari euforia kesuksesan buku pertamanya-nya itu, ia lekang dengan buku kedua yang memuat kata-kata dengan kalimat yang meresahkan orang tua.

Pada 2012 pun buku ini sudah ditarik dan tidak diterbitkan lagi di pasaran. Meskipun begitu Intan menekankan untuk tidak menghilangkan esensi metode belajar yang ada pada buku nya. "Atas kejadian ini saya intropkesi dan saya akan tetap berkiprah di dunia pendidikan," ujarnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA