Rabu , 03 Januari 2018, 09:27 WIB

Tantangan Direktur Pendidikan Tinggi Islam yang Baru

Red: Esthi Maharani
Republika/Raisan Al Farisi
Gedung Kementerian Agama
Gedung Kementerian Agama

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin melantik Arskal Salim GP sebagai Direktorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Ditjen Pendidikan Islam. Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini diberi amanah sebagai nahkoda yang bisa membawa Diktis lebih produktif dan efektif dalam pengembangan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Dirjen Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin mengaku optimistis karena memiliki SDM yang memadai. Ia menilai hal tersebut modal untuk lebih bersinergi dan saling mendukung agar lebih produktif.

"Prof Arskal bukan orang baru dikalangan pendidikan tingi keagamaan Islam, tetapi orang kampus, yang saya kira bisa cepat beradaptasi dan lebih produktif sehingga dapat meningkatkan kompetisi nasional (national competitiveness) PTKI," kata Kamaruddin seperti dikutip dari website resmi Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (3/1).

Kamaruddin meminta Arskal tidak hanya mengelola 700 PTKI tetapi menghadapi tantangannya yang kompleks mulai dari kelembagaan hingga kemahasiswaan. Apalagi dengan semakin berkembangnya teknologi dan informasi. Ia juga mengingatkan agar mempersiapkan implementasi program 2018 dengan baik. Apalagi, tahun ini Kemenag mempunyai program baru untuk mengundang mahasiawa asing belajar ke Indonesia.

"Program ini cukup menantang untuk meningkatkan daya saing perguruan tinggi kita. Tahun ini kita mempunyai target 1000-2000 mahasiswa asing dari berbagai negara dan kita harus melibatkan seluruh PTKIN," tegasnya.