Rabu , 22 November 2017, 14:16 WIB

Mendikbud Upayakan KIP untuk Anak Indonesia di Serawak

Red: Yudha Manggala P Putra
Kemendikbud
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy saat menemui anak-anak TKI di salah satu learning centre di Kuching, Serawak.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy saat menemui anak-anak TKI di salah satu learning centre di Kuching, Serawak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengupayakan hak pendidikan layak kepada anak-anak tenaga kerja Indonesia (TKI) di kebun-kebun kelapa sawit di Serawak, Malaysia. Rencana itu akan ditempuh melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Muhadjir mengungkapkan itu saat melakukan kunjungan ke salah satu Learning Center (LC) di Kuching, Serawak, Malaysia, Selasa (21/11). “Sebenarnya anak-anak seperti mereka juga dapat memperoleh manfaat dari Kartu Indonesia Pintar (KIP). Kita akan carikan skema KIP untuk anak-anak kita itu karena pasti berbeda dengan yang ada di Indonesia,” terang Mendikbud dalam keterangan pers diterima Republika.co.id, Rabu.

Anak-anak di Serawak kebanyakan tidak memiliki Kartu Keluarga yang di Indonesia menjadi syarat untuk melihat kemampuan keluarganya. “Yang jelas kita harus memenuhi hak-hak anak-anak kita untuk memperoleh pendidikan yang layak,” tambah dia.  

Dalam kunjungan kerja tersebut, Mendikbud didampingi Dubes Rusdi Kirana juga bertemu Menteri Pendidikan Negeri Serawak Datuk Sri Michael Manyin. Kedua pihak antara lain membicarakan kerjasama di bidang pendidikan, antara lain kemungkinan membangun sekolah vokasi.

Mendikbud datang didampingi Sekretaris Jenderal Kemendikbud Didik Suhardi, Staf Khusus Mendikbud Nasrullah, Atase Pendidikan dan Kebudayaan di Malaysia, Ari Purbayanto, dan dua direktur di bawah lingkungan Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud.

Rombongan disambut ceria anak-anak Indonesia dengan menyanyikan lagu "Indonesia Raya" dan "Berkibarlah Benderaku". Tak lupa anak-anak juga menyanyikan beberapa lagu daerah, di antaranya lagu "Gundul-Gundul Pacul". Usai bernyanyi bersama, Mendikbud menyerahkan bantuan buku bacaan untuk anak-anak dan LC setempat.

Kepada guru dan relawan yang mengajar di LC itu Mendikbud juga menyampaikan apresiasinya. Selain menitipkan pesan literasi, ia juga berharap agar anak-anak Indonesia tetap dibangun rasa nasionalismenya. “Bagus sekali kalau anak-anak diajarkan bahasa Indonesia, Pancasila, lagu "Indonesia Raya" dan lagu-lagu daerah,” kata Mendikbud.

Kepada Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Mendikbud pun menginstruksikan agar nasib para guru relawan juga diperhatikan. “Coba dijajaki kemungkinan memperoleh dana dari BOS (bantuan operasional sekolah),” ujarnya.

Kunjungan Mendikbud kali ini memanfaatkan momentum menjelang lawatan Presiden Joko Widodo ke Kuching keesokan harinya. Presiden dijadwalkan menghadiri 21th Annual Consultation RI-Malaysia serta temu kangen dengan warga Indonesia.

Berita Terkait