Jumat , 17 November 2017, 19:36 WIB

SMP 4 Gorontalo Gagas 'ATM' Dhuafa

Red: Didi Purwadi
Antara
Seorang petugas pos menunjukkan cara pengisian formulir kepada seorang siswa SD untuk pencairan dana Beasiswa Miskin (Ilustrasi)
Seorang petugas pos menunjukkan cara pengisian formulir kepada seorang siswa SD untuk pencairan dana Beasiswa Miskin (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, GORONTALO -- SMP 4 Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, mengagas Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Duafa bagi warga kurang mampu di sekolah tersebut. Kepala Sekolah SMP 4 Kota Gorontalo, Herman Idris, di Gorontalo, Jumat, mengatakan pembuatan ATM Duafa yang terbuat dari kayu dan disediakan layar monitor tersebut, berawal dari keinginannya agar para warga kurang mampu bisa mendapatkan bantuan.

"Di ATM ini, kami menyediakan kotak untuk uang dan juga barang. jadi siapa saja yang ingin menyumbang, bisa memasukkan sumbangannya ke dalam ATM ini," jelas Herman.

Ia mengungkapkan bahwa program yang baru berjalan selama satu pekan tersebut mendapat respon yang baik dari tenaga pengajar, staf maupun siswa di sekolah tersebut.

"Di ATM ini kami letakkan alat absensi sidik jari bagi tenaga pengajar dan juga staf,'' katanya. ''Jadi, setiap mereka datang ataupun pulang, akan menyisihkan uang ke dalam ATM usai melakukan absensi.''

Setiap satu bulan sekali, kotak dalam ATM akan dibuka untuk disaluarkan kepada kaum duafa serta siswa dan orang tua siswa yang kurang mampu. "Di sekolah kami, terdapat 700 siswa dan 50 persen diantaranya adalah warga kurang mampu. Oleh karena itu, program ini diharapkan dapat meringankan beban mereka.''

Menurutnya, masih banyak siswa di sekolah itu yang kekurangan baju seragam, sepatu maupun perlengkapan sekolah, dan dengan adanya bantuan tersebut siswa dapat lebih termotivasi untuk menuntut ilmu di sekolah.

Sementara itu, Musdar Muhamad salah seorang warga mengaku tertarik dan memberikan apresiasinya dengan adanya ATM Duafa di sekolah itu. "Hal itu dapat mengajarkan siswa agar lebih peka terhadap sesama, semoga program itu dapat terus berjalan dan dapat dicontoh oleh sekolah lainnya," tambahnya.

Sumber : Antara

Berita Terkait