Selasa , 14 November 2017, 07:49 WIB

SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo Latih Jiwa Wiraswasta

Red: Irwan Kelana
Dok SD Muhammadiyah Ketelan
Siswa SD Muhammadiyah Ketelan Surakarta mengolah sampah menjadi barang berguna.
Siswa SD Muhammadiyah Ketelan Surakarta mengolah sampah menjadi barang berguna.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Barang bekas identik dengan sampah dan cenderung tidak bermanfaat. Botol bungkus minuman misalnya, merupakan salah satu contoh sampah yang tidak boleh diremehkan karena termasuk sampah nonorganik yang tidak bisa diuraikan sehingga mencemari lingkungan khususnya pencemaran tanah.

Namun, di tangan para pendidik dan peserta didik SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Surakarta, Jawa Tengah, limbah tersebut dimanfaatkan menjadi produk yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Surakarta, Sri Sayekti MPd, mengatakan, pemanfaatan barang bekas di sekolah yang dipimpinnya sebagai salah satu upaya mewujudkan misi lingkungan hidup. ''Selain untuk menumbuhkan karakter peduli lingkungan kegiatan pemanfaatan barang bekas juga bertujuan melatih keterampilan anak-anak dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan,''ujarnya dalam  rilis yang diterima Republika.co.id,  Selasa (14/11).

Ia menambahkan, kunjungan Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Kemendikbud, Wowon Widaryat, ke stand pameran SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Surakarta, pada perhelatan Grand Final Lomba Budaya Mutu Sekolah Dasar 2017 yang baru saja berakhir sejak 7-10 November 2017 di Yogjakarta, merupakan sebuah penghargaan dan apresiasi terhadap sekolah. ''Apresiasi ini akan menjadi motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus menigkatkan budaya mutu,'' ujarnya.

Hal senada diungkapkan  Guru Kelas VI SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Imam Prianto SPd. Menurutnya,   jika dimanfaatkan dengan memberi sentuhan kreatifitas,  maka sampah  akan berdaya guna.

''Jika sampah tersebut dibiarkan begitu saja, maka akan mendatangkan kerugian. Sebaliknya jika sampah tersebut dimanfaatkan dengan baik akan menjadi barang yang lebih berguna dan bermanfaat serta menguntungkan baik dari segi ekonomi maupun bagi lingkungan,'' terangnya.

Untuk membangun jiwa kewirausahaan, sebanyak 158 pelajar kelas V SD Muhammadiyah 1 Ketelan,  Surakarta, menyambangi pusat kerajinan rotan di Trangsan, Gatak Sukoharjo, belum lama ini. Dikomandoi salah satu guru,  M Eksanto SPd, para siswa melakukan kegiatan Pembelajaran Pengenalan Lingkungan (PPL) Semester Gasal tahun 2017.

Menurut M Eksanto, kegiatan ini sangat menarik untuk diikuti sebagai sumber inspirasi sekaligus belajar membangun jiwa enterprenership atau kewirausahaan sejak dini. ''Dalam PPL ini siswa belajar bagaimana mengolah, dan memasarkan produk ke khalayak atau masyarakat. Dengan demikian PPL ini  mengajarkan kepada anak-anak secara nyata tentang berwirausaha, mengolah bahan baku mentah menjadi barang yang bernilai ekonomis, mengelola usaha sendiri, menciptakan lapangan pekerjaan di daerah tempat tinggal, dan melatih kesabaran,'' paparnya.

Dalam kunjungan ini, sambung Eksanto -- sapaan akrabnya -- siswa diajak berkeliling di desa wisata tersebut. Mereka didampingi guru. Siswa dikenalkan berbagai produk kerajinan rotan dan cara pengolahannya. Terakhir, siswa diajak untuk belajar membuat kerajinan dari rotan. Hasil karya yang dibuat siswa menjadi souvenir yang bisa dibawa pulang.

''Dengan adanya kegiatan Pembelajaran Pengenalan Lingkungan (PPL) ini diharapkan siswa-siswi SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta mampu belajar banyak hal dan akan memiliki nilai-nilai positif seperti sikap  kejujuran, kemandirian, saling menghargai, persatuan, kedisplinan, hidup bersih dan sehat,'' jelas Eksanto.

Melalui kegiatan ini, pihaknya ingin menanamkan rasa memiliki dan tanggung jawab. ''Kegiatan yang kami lakukan untuk menumbuhkan semangat rasa memiliki,  bukan hanya tugas dari siswa saja. Namun juga seluruh pihak memiliki tanggungjawab untuk itu.  Dan mencintai produk dalam negeri, dapat dilakukan melalui kegiatan praktik baik salah satunya melalui keterampilan dalam menganyam," kata Kepsek  SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Sri Sayekti.