Kamis , 09 November 2017, 16:34 WIB

Ribuan Sekolah di Kawasan 3T Belum Bisa Gelar UNBK 2018

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Dwi Murdaningsih
Republika/Rizky Suryarandika
Pelaksanaan UNBK secara menumpang di SMAN 2 Kota Tasikmalaya, Senin (2/5).
Pelaksanaan UNBK secara menumpang di SMAN 2 Kota Tasikmalaya, Senin (2/5).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 12.988 sekolah dari 35.478 unit sekolah yang ada di 122 kabupaten terdepan, terluar, tertinggal (3T) belum tersentuh akses internet. Padahal akses internet sangat penting bagi keberlangsungan belajar, terlebih untuk mendukung pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Kepala Pusat Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Gogot Suharsono menyatakan, pada pelaksanaan Ujian Nasional (Unas) 2017, baru 120 sekolah di kawasan 3T yang bisa mengadakan UNBK. Karena itu, untuk perluasan akses internet di daerah 3T, Kemendikbud telah menyediakan data dan lokasi sekolah, serta rencana penggunaan akses internet yang dibutuhkan.

"Sampai akhir 2017, belum ada tanda-tanda jumlah itu akan bertambah. Tapi mudah-mudahan memasuki 2018 nanti, ada sekolah lain di daerah 3T bersiap menjalankan UNBK," kata Gogot pada Kamis (9/11).

Meski begitu, Gogot menjelaskan, akses internet saja tidak cukup untuk menyelenggarakan UNBK. Fasilitas tambahan lainnya seperti server, jumlah unit komputer sesuai kebutuhan, atau teknisi komputer harus tersedia.

"Jika sudah komplit semua, sekolah yang telah terkoneksi internet bisa menyelenggarakan UNBK," ujar dia.

Untuk menyiapkan pelaksanaan UNBK 2018, Gogot mengatakan, pustekkom sudah melakukan sejumlah simulasi. Pekan ini adalah simulasi UNBK jenjang SMK, lalu pekan depan simulasi UNBK jenjang SMA dan disusul jenjang SMP.