Kamis , 28 September 2017, 15:47 WIB

Perempuan Berseragam SMP Tewas Tersambar Kereta

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Endro Yuwanto
www.123rf.com
Korban tewas (ilustrasi)
Korban tewas (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,  MALANG -- Seorang perempuan berseragam SMPN 16 Kota Malang ditemukan tewas mengenaskan setelah tersambar kereta api di Jalan Satria Barat, Balearjosari, Blimbing, Rabu (27/9) malam. Korban dengan inisial SP (16 tahun) ini langsung meninggal di lokasi kejadian dengan luka parah di kepala.

Korban diduga tidak mengetahui adanya kereta api yang melintas saat berjalan di atas rel. Ketika kejadian, korban berjalan kaki karena hendak pulang ke rumahnya yang berada di Ngijo, Kabupaten Malang. Setelah kejadian itu, jasad korban segera dievakuasi ke RS Saiful Anwar, Kota Malang.

Kanit Reskrim Polsek Blimbing, Iptu Yoyok Ucuk menerangkan, sampai saat ini pihaknya masih terus menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut. Dia juga belum bisa memastikan apakah korban benar-benar kecelakaan atau bunuh diri. "Kalau itu (bunuh diri atau murni kecelakaan), kami masih selidik dan belum bisa memastikan karena korban di bawah umur. Kami mau koordinasi dengan PPA dulu," ujar Yoyok saat dihubungi Republika.co.id, Kamis (28/9).

Ayah korban, Yusam, menyatakan, anaknya saat ini hidup bersama ibu dan neneknya di Ngijo. Anak pertamanya itu memang tidak pernah bercerita jika pergi bermain hingga malam hari. Dia juga sudah lama tidak mengontak korban sehingga tak tahu menahu kegiatan SP.

Petugas jaga palang rel di Jalan Satria, Sukir (50) menjelaskan, korban setiap harinya memang sering pulang jalan kaki melewati rel KA. Bahkan, kerap berhenti dan duduk bersama kekasihnya di rel belakang PT Adiputra. "Setiap hari memang anak itu sering pulang sekolah lewat sini, bahkan saya pernah berlari menyelamatkan anak itu waktu ada KA lewat tapi anak itu masih duduk santai di rel belakang PT Adiputra," jelas dia.


Berita Terkait