Ahad , 08 May 2016, 15:42 WIB

Anies Minta Jurnalis Cari Padanan Kata Asing dengan Bahasa Indonesia

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Achmad Syalaby
IST
Jurnalis (Ilustrasi)
Jurnalis (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menyatakan, media memiliki peranan penting untuk menambah kosa kata baru Indonesia. Untuk itu, dia pun mengajak agar media bisa terus memperkaya kosa kata bahasa Indonesia yang berasal dari daerah.

“Peran media sangat besar dan saya berharap  kepada  teman-teman jurnalis ketika  menulis kata asing harus cari  padanan dari bahasa daerah dulu,” kata Anies dalam acara “Harmoni Bersama Masyarakat” di depan halaman FX Sudirman, Jakarta, Ahad (8/5). 

Dia meminta para jurnalis tidak perlu takut untuk mengenalkan kosa kata daerah dalam penulisannya. Anies mencontohkan kata santai bermula dari tulisan seorang jurnalis di salah satu majalah Indonesia. 'Santai’ saat itu merupakan kata yang baru didengar oleh masyarakat dan banyak orang terkejut membacanya. Namun saat ini kata tersebut sudah menjadi kosa kata umum dalam bahasa Indonesia.

Menurut Anies, tidak hanya jurnalis yang terlibat dalam hal ini. Para pejabat, guru dan masyarakat umum juga memiliki peran tak kalah penting dalam penggunaannya. “Mereka yang banyak mengunakan wilayah publik untuk  berkomunikasi memiliki pengaruh besar dalam mempercepat  pengayaan bahasa indonesia dan jangan khawatir mengunakan bahasa daerah asal sambil jelaskan maknanya,” ujar Alumnus Universitas Gajah Mada (UGM) ini.

Anies menjelaskan, kamus pertama bahasa Indonesia dibuat pertama kali pada 1965. Pada waktu itu terdata 70 ribu kosakata bahasa Indonesia. Sampai pada 2016, dia melanjutkan, perkembangan kosakatanya juga sangat lamban, yakni hanya bisa bertengger pada angka 100 ribu. (Baca: Baru 100 Ribu Kosa Kata Bahasa indonesia Terkumpul).