Ahad , 08 May 2016, 15:19 WIB

Baru 100 Ribu Kosa Kata Bahasa Indonesia Terkumpul

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Achmad Syalaby
Republika/Prayogi
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan memberikan paparan kinerja setahun kemendikbud saat bersilahtuhrahmi di Kantor Redaksi Republika, Jakarta,Rabu (17/2).
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan memberikan paparan kinerja setahun kemendikbud saat bersilahtuhrahmi di Kantor Redaksi Republika, Jakarta,Rabu (17/2).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menjelaskan, publik Indonesia mengharapkan bahasa Indonesia bisa digunakan dalam ranah internasional. Namun sayangnya jumlah kosakata bahasa Indonesia masih sangat kecil.

“Kosakata bahasa Indonesia hanya 100 ribu,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan dalam acara “Harmoni Bersama Masyarakat” di depan halaman FX Sudirman, Jakarta, Ahad (8/5). 

Anies menjelaskan, kamus pertama bahasa Indonesia dibuat pertama kali pada 1965. Pada waktu itu terdata 70 ribu kosakata bahasa Indonesia. Sampai pada 2016, dia melanjutkan, perkembangan kosakatanya juga sangat kecil, yakni hanya bisa bertengger pada angka 100 ribu.

Menurut Anies, jumlah 100 ribu ini tentu sangat kecil jika dibandingkan kosakata bahasa Inggris. Berdasarkan informasi, kata Anies, Inggris memiliki satu juta kosakata. Dengan angka yang cukup besar itu, bahasa Inggris pun dinobatkan sebagai bahasa internasional hingga saat ini.

 “Kita sendiri punya keinginan agar bahasa Indonesia dapat menjadi bahasa dunia. Sementara jumlah kosakata kita masih jauh dengan bahasa Inggris,” tegas Pria yang pernah menjabat Universitas Paramadina ini. Karena hal tersebut, dia pun menegaskan pentingnya memperkaya kosakata bahasa Indonesia. Harapannya, tambah dia, tentu dapat menjadi bahasa internasional di masa mendatang.

Alumnus Universitas Gajah Mada (UGM) ini mengatakan, bahasa daerah merupakan sumber tepat untuk memperkaya kosakata bahasa Indonesia. Apalagi Indonesia memiliki 700 bahasa daerah yang bisa menjadi referensi kosakata Indonesia. Dalam hal ini termasuk menyerap istilah-istilah bahasa yang ada di daerah.

 Anies menyebutkan istilah tsunami yang lebih sering dipakai dan lebih dikenal masyarakat saat ini. Menurut dia, Indonesia sebenarnya sudah memiliki istilah serupa yang berasal dari bahasa Aceh, yaitu ‘smong’. Kosakata dan istilah seperti ini  yang diharapkan bisa dikenal dan digunakan oleh masyarakat Indonesia nantinya.