Selasa , 03 October 2017, 13:42 WIB

Siswa Madrasah Unjuk Prestasi di Ajang IYIA

Red: Agus Yulianto
Republika/ Wihdan Hidayat
Siswa MTS belajar keterampilan (Ilustrasi)
Siswa MTS belajar keterampilan (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Surya Buana Malang Jawa Timur unjuk prestasi di ajang internasional. Mereka berhasil meraih sejumlah medali pada International Young Invention Award (IYIA) 2017.

IYIA diselenggarakan oleh Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA) di Universitas Mercu Buana Jakarta pada 22 - 24 September 2017. Ajang ini diikuti 14 Negara, termasuk Indonesia, Malaysia, India, Filipina, Taiwan, Iran, Myanmar, Mesir, Jordania, dan Thailand.

Kepala MTs Surya Buana Akhmad Riyadi mengaku, mempersiapkan anak didiknya untuk mengikuti ajang ini selama tiga bulan. “Dalam tiga bulan itu, kita lakukan beberapa uji coba. Mereka kami karantinakan, biar fokus ke penelitian,” ujar Akhmad Riyadi.

Dalam kesempatan itu, para siswa MTs Surya Bunia mempresentasikan hasil penelitiannya dalam bahasa Inggris. Mereka juga membuat stand pameran, sehingga pengunjung dapat melihat dan bertanya tentang hasil riset mereka. Mereka juga diminta untuk presentasi di depan dua juri yang berasal dari luar negeri.

“Alhamdulillah, mereka mendapatkan banyak medali. Kami senang dan bangga dengan prestasi ini. Kami berharap, ini semua bisa menginspirasi masyarakat Indonesia untuk mencintai dunia penelitian. Dan kami berencana mempatenkan karya-karya mereka,” tutup Akhmad Riyadi.

Berikut adalah hasil riset siswa-siswi MTs Surya Buana Malang yang mendapatkan medali pada IYIA 2017:
1. Agung Fadilah, Kelas 8, Karya Penelitian “Magic Candy Healthy Based Papaya Fruit” (Permen murni dari buah pepaya, gula dan daun mint. Bermanfaat untuk mencegah atau terapi kerusakan mata). Berhasil meraih medali emas.

2. Muhammad Rafi, Kelas 8, Karya Karya Penelitian “Extract Tea Rosella Flower” (Teh murni dari bunga rosella secara utuh. Bermanfaat menurunkan diebetus miletus). Berhasil meraih medali emas.

3. Abdul Rasyid Himawan, Kelas 9, Karya penelitian “Smart Website” (Website monitoring untuk admin yang bisa melihat aktivasi user dan produk ini hampir dibeli oleh Prof. Dawin dari Universitas Mercu Buana dengan harga 5.000.000. Aplikasi ini mempermudah siswa untuk membawa buku ke sekolah secara praktis dan bisa digunakan di laptop atau hp). Berhasil meraih medali emas

4. M. Aulia Hafidz Al-Farizi, Kelas 8, Karya Penelitian “Cream Scrab Based Maggo Fruit” (Krim ini terbuat drai buah mangga murni da dengan tambahan minyak zaitun dn klabet. Bermanfaat menyehatkan ataupun mencegak kulit dari penyakit gatal) Berhasil meraih medali emas

5. Aulia Rahma Sumarsono, Kelas 8, Karya penelitian “Halal Cosmetic for Hajj and Umroh”. (Kosmetik ini terbuat dari bahan-bahan alami yang tidak berbau. Salah satu bahannya adalah beras, klabet, bayam, kulit buah naga dan lain-lain. Krim ini membantu para wanita untuk tamplik lebih cantik dan bugar). Berhasil meraih medali emas.

6. Dahlia Dian Paramita, Kelas 9, Karya penelitian “Belimbing wuluh (averhoa balimbi)-based Candy for High Blood Pressure Patient”. (Permen ini terbuat dari blimbing wuluh yang ditambah dengan susu murni dan sedikit gula. Bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit darah tinggi, dan aman bagi penderita diabetes).). Berhasil meraih medali perak.

7. Qonita Aulianisa Isfahanni, Kelas 9, Karya penelitian “Jasmine Plant-Based On Fever Sooter”. (kompres demam ini terbuat dari tanaman melati. Bermanfaat menurunkan demam, sakit kepala, sakit gigi) Berhasil meraih Medali Perak.

8. Davana Azzahra, Kelas 8, Karya penelitian “Cassava Peel Bread Jam for Anti-Aging”.(Selai ini terbuat dari kulit singkong.  Bermanfaat untuk mencegah penuaan dini) Berhasil meraih medali perak.

9. Muhammad Haidar Makki, Kelas 8, Karya penelitian “Papaya Leaf-Based Tea”. (Teh ini mengandung dari daun pepaya yang murni. Bermanfaat untuk mencegah segala jenis penyakit kanker) Berhasil meraih medali perunggu.

10. Taufiq Hidayanto, M.Pd dan Mardiyah, S.Si (Guru) Karya Penelitian “Travel Game as Manipulative Media to Learn Social Arithmetic for Junior High School’s Student“. (Karya ini adalah membuat media pembelajaran aritmatika sosial dalam bentuk permainan card. Manfaatnya siswa menjadi senang dan mudah mempelajari aritmatika sosial). Berhasil meraih medali emas.

Sumber : kemenag.go.id

Berita Terkait