Selasa , 03 October 2017, 10:41 WIB

PB PMII Optimistis Tangkal Radikalisme di Kampus

Rep: Muhyiddin/ Red: Esthi Maharani
punkway.net
Radikalisme(ilustrasi)
Radikalisme(ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila, 100 orang lebih Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) dikukuhkan pada Ahad (1/10) kemarin. Pengukukuhan tersebut dihadiri oleh Abdul Muhaimin Iskandar selaku Ketua Mabinas PMII, Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dakhiri, Menteri Desa Eko Putro Sandjojo, Menpora Imam Nahrawi, dan Mensos Khofifah Indar Parawansa.

Dalam acara itu, Ketua Umum PB PMII, Agus Mulyono Herlambang menegaskan kembali bahwa Pancasila merupakan azas tunggal yang tak tergantikan dalam berorganiasi dan bernegara. Namun, menurut dia, masih terdapat organisasi yang ingin menggantikan Pancasila sebagai dasar negera.

Bahkan, di saat yang bersamaan juga muncul gerakan radikalisme di berbagai kalangan, terutama di dalam dunia pendidikan. Karena itu, Agus berkomitmen untuk menggerakkan PMII menjadi penangkal deradikalisasi di kampus.

Dengan keberadaan PMII yang sudah memiliki 230 cabang dan 24 Koordinator Cabang di seluruh Indonesia, Agus yakin dan optimis PMII bisa menangkal radikalisasi di kampus seluruh Indonesia. Bahkan dengan begitu, PMII akan mampu memperkenalkan Islam Indonesia yang rahmatan lil alamin, ujar Agus dalam keterangan tertulisnya yang diterima Republika.co.id, Senin (2/10).

Agus menuturkan, di bawah kepemimpinannya ke depan, PB PMII memiliki empat agenda besar, yaitu membumikan Ahlusunnah Wal Jamaah di internal kampus, fokus modulasi dalam gerakan advokasi, mendorong gerakan enterpreneurship ,dan memperkenalkan Islam yang ramah dalam ranah Internasional, terutama di forum-forum internasional.

Untuk itu, diharapkan para pengurus bisa menjaga kekompakan. Di mana kekompakan menjadi syarat dan modal dalam bergerak, ucapnya.

Sementara, Ketua Pelaksana Pengukuhan PB PMII, Mukhtar Ansori Attijani mengatakan bahwa pengukuhan dan Rakernas PB PMII adalah pijakan awal untuk membangun organisasi. Karena itu, menurut dia, berdoa merupakan cara terbaik dalam memohon pertolongan kepada Allah SWT.

Tentunya pengukuhan ini diawali dengan Istighasah dan doa bersama untuk bangsa. Serta PMII senantiasa mampu mengawal bangsa ini dengan penuh semangat mempertahankan keutuhan dan persatuan bangsa, kata dia.